4 Hal yang Bisa Orang Dewasa Pelajari dari Bayi

Bayi memang sangat menggemaskan, matanya yang besar dan senyuman tanpa giginya bisa menyihir siapapun untuk bisa ikut tersenyum bersamanya. Tapi, percayakah bahwa bayi sangatlah produktif dan terdapat beberapa hal yang bisa kita pelajari dari para bayi? Berikut ini 4 hal yang bisa orang dewasa pelajari dari para bayi.

Bayi itu tidur seperti… bayi.

Bayi, terutama yang baru lahir, tidur seperti mereka mendapat bayaran untuk melakukannya. Rata-rata mereka tidur selama 10-18 jam sehari dan hal tersebut membantu mereka tumbuh dan mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya. Tidur yang cukup juga membantu mereka selalu siaga dan senang, tapi ketika mereka kurang tidur, mereka jadi rewel.

Terasa pernah mengalami? Orang dewasa sebenarnya juga sama. Kekurangan tidur menyebabkan kita mudah kesal, mudah terserang penyakit dan dampak negatif lainnya. Orang dewasa tidak perlu tidur selama 18 jam, tapi untuk menjadi produktif, kita harus menjadikan tidur yang cukup sebagai sebuah prioritas.

Bayi memberitahu ketika mereka sudah merasa cukup

Mungkin sudah banyak orang menjadi saksi dari kejadian ini. Saat seorang bayi merasa terlalu lelah atau tidak nyaman dengan tangan-tangan baru yang memegang dan mencubit pipinya, dia akan memberitahu orang-orang bahwa dia sudah merasa cukup. Tangisannya bahkan bisa membangunkan tetangga yang sedang tidur siang.

Moral dari cerita ini? Setiap orang memiliki batasnya. Seseorang yang produktif mengetahui tentang batas mereka dan tidak pernah melampauinya, mereka akan istirahat, jalan-jalan, mendengarkan musik atau sekedar berbicara pada orang lain untuk menjernihkan pikirannya.

Bayi itu fokus (dan memegang erat) pada benda yang dilihatnya

Ketika bayi melihat sesuatu yang “kayaknya menarik” bagi mereka seperti rambut, anting atau kalung, mereka tidak hanya¬†memegangnya bahkan bisa menariknya. Ouch! Siapa sangka bayi bisa memiliki tenaga sebesar itu. Jika tidak ada hal yang bisa mengalihkan mereka, mereka akan sangat fokus pada benda tersebut.

Andai saja hal tersebut juga mudah berlaku pada orang dewasa. Apa yang kita bisa pelajari adalah ada ribuan benda lain yang ada di sekitar para bayi, tapi mereka hanya tertarik pada satu hal. Jika kita bisa sefokus para bayi, kita bisa mencentang semua hal dalam daftar to-do list kita.

Bayi terus terang tentang apa yang mereka inginkan

Popoknya penuh? Mereka menangis. Pakaiannya tidak nyaman karena dicuci tanpa pelembut pakaian bayi? Mereka menangis. Merasa lapar? Mereka menangis juga. Ketika bayi menginginkan sesuatu, mereka memberitahu secara terus terang, mungkin terdengar seperti “tangisan biasa” bagi orang lain, tapi bagi orangtuanya, tangisan si bayi selalu berarti sesuatu. Para bayi tidak menunggu waktu yang tepat, atau memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Mereka hanya terus terang.

Dalam bahasa orang dewasa, kita harus memberitahu orang lain apa yang kita inginkan. Orang yang produktif selalu mengambil inisiatif, walaupun hal tersebut berisiko dan menakutkan, karena mereka sadar bahwa satu-satunya cara mencapai sesuatu adalah dengan mengambil kesempatan dan maju ke depan.

Jadi, mulai sekarang, jika ada yang mengatakan “kamu itu seperti bayi”, jangan lupa untuk mengatakan “terimakasih”.