Disavow backlink adalah sesuatu yang umum dalam link building. Ada kalanya, saat sudah membuat rencana dengan bagus, ada satu atau dua link yang datang dari website berkualitas rendah.

Terkadang ada saja kompetitor yang ‘sengaja’ menyerang website kita dengan backlink-backlink berkualitas rendah untuk menurunkan peringkat kita.

Disavow menjadi cara yang tepat agar backlink yang mengarah ke blog/website kita tetap sehat dan berkualitas.

Arti dari “Disavow” adalah ‘menyangkal’ atau ‘menolak’ sebuah link yang mengarah ke blog kita, hasil akhirnya, mesin pencari akan mengabaikan backlink tersebut dan MUNGKIN tidak memasukan backlink tersebut dalam algoritma mereka.

4 Jenis Backlink yang Pantas untuk Mendapat Disavow 2

Percakapan antara Google dan website kira-kira seperti ini:

  • Gooogle Bot: Eh website, ini ada link dari situs A (berkualitas rendah, spam, grey-area website) mengarah ke kamu ni. Kamu ini situs serupa ya?
  • Website: Ah enggak, aku ini situs berita baik-baik. Liat aja webmaster-ku udah disavow link itu. Seperti aku yang meng-disavow orang-orang toxic dari hidupku.
  • Google Bot: Oh oke deh, kalau begitu aku akan mengabaikan backlink ini, seperti mereka yang selama ini mengabaikan website di page 2-10 hasil pencarianku.
  • Website: *pukpuk Google Bot

Pertanyaan yang muncul kemudian, backlink seperti apa sih yang pantas masuk kategori disavow?

Backlink dari Situs Luar & Tidak Relevan

4 Jenis Backlink yang Pantas untuk Mendapat Disavow 3

Saya pakai contoh arikurniawan.net, blog ini berbahasa Indonesia dan mayoritas membahas lifestyle (video game, travel, ulasan produk) dan terkadang menulis tentang blogging.

Idealnya, blog ini akan mendapat backlink dari website/blog/situs berbahasa Indonesia dengan topik seputar lifestyle atau blogging.

Jadi, jika blog ini tiba-tiba mendapat backlink dari situs asal Makedonia yang membahas tentang asuransi, backlink seperti itulah yang harus di-disavow.

Bagaimana kalau topik situsnya masih relevan? Saran saya sih dibiarkan saja, atau lebih baik lagi, cek dulu spam score dan anchor text yang digunakan dari situs tersebut sebelum memutuskan untuk didisavow atau tidak.

Backlink dari Situs Tidak Relevan dengan Anchor Text berupa Focus Keyword

4 Jenis Backlink yang Pantas untuk Mendapat Disavow 4

Mendapat backlink dari situs yang tidak relevan sudah menghidupkan satu lampu peringatan di mesin pencari, apalagi jika anchor text yang digunakan hanya berupa focus keyword.

Perlu digarisbawahi, kalau backlinknya datang secara natural misalnya karena menjadi citation dari situs lain, hal itu tidak masalah.

Tapi, backlink dari situs yang tidak relevan dan menggunakan focus keyword sebagai anchor text biasanya sangat mudah dicurigai sebagai metode spam backlink.

Backlink dari Grey Area Niche

4 Jenis Backlink yang Pantas untuk Mendapat Disavow 5

Website yang masuk dalam kategori Grey Area Niche adalah situs dengan konten dewasa (adult), judi (casino/gambling), pinjaman (loan) dan/atau obat-obatan (pharmacy). Walau tidak 100% ilegal, tapi backlink dari situs semacam ini sebaiknya di-disavow saja.

Kita sebagai penerima backlink umumnya tidak memiliki kendali atas situs yang memberi backlink. Jadi, bisa saja dalam beberapa bulan situs-situs tersebut melakukan sesuatu yang ilegal dan backlinknya bisa berdampak buruk pada kita.

Backlink Spam

Mudah sekali mengenali backlink spam ini:

4 Jenis Backlink yang Pantas untuk Mendapat Disavow 6
  • Pertama, backlink ini menggunakan focus keyword secara terus menerus bahkan berlebihan.
  • Kedua, backlink umumnya berasal dari web 2.0, social bookmarking dan web directory dan sangat jelas digunakan hanya untuk link building. Contoh: tidak ada konten atau hanya menerbitkan satu konten saja.
  • Ketiga, backlink berasal dari komentar di sebuah blog dan menggunakan kata-kata dan anchor text yang sama persis berkali-kali di banyak kolom komentar.

Cara Melakukan Disavow Link

  1. Cari dulu backlink yang akan di-disavow, tool terbaik yang ada dipasaran menurut saya sih Ahrefs, tapi bisa gunakan backlink checker yang gratisan.
  2. Pastikan blog yang ingin backlink-nya di-disavow sudah terdaftar di Google Search Console.
  3. Kumpulkan semua backlink yang ingin di-disavow dalam satu file berformat .txt
  4. Jika ingin menyangkal semua backlink dari sebuah domain gunakan “domain:urlsitus
  5. Buka disavow toolnya: https://www.google.com/webmasters/tools/disavow-links-main
  6. Pilih domain yang ingin dibersihkan backlinknya
  7. Upload file .txt yang berisi kumpulan backlink yang ingin di-disavow
  8. Selesai

Selengkapnya bisa baca panduan Disavow Backlinks dari Google.

Penutup

Disavow backlinks adalah sesuatu yang masuk dalam kategori advanced dalam dunia webmaster. Salah dalam melakukan disavow justru bisa berakibat buruk pada peringkat website. Jadi, harap pelajari sungguh-sungguh.

Author

Blogger paruh waktu yang sedang banyak belajar tentang SEO dan Digital Marketing. Kadang menulis cerita bertema science-fiction dan historical-fiction.

7 Comments

  1. Huhuhu materinya berat ya. Sebenarnya yang saya suka dari ngeblog itu ya nulisnya. Jadi kalau ada yang soal kayak gini ama coding gitu, bikin kepalaku memet hihihi. Karena nggak ngerti 🙈. Makasih mas ilmunya. Paham maksudnya, cuma belum berani mempraktekkannya. Masih awam saya 🙈

    • Kalau ibu suka menulisnya, lebih baik tidak terlalu ambil pusing dengan materi teknis semacam ini. Semangat saja menulisnya, bu.

      Tapi, terkadang, kalau tiba-tiba jumlah kunjungan menurun sangat-sangat drastis, ada baiknya sesekali mengecek bagian backlink ini.

  2. wah wah ini makasih banget lho infonya karena bisa saya terapin untuk disavow link. teranyata peringkat kita bisa turun gegara ada yang link blog berada di spam atau grey area.

    nanti coba explore lebih deh, manatau kan banyak yang dissavow link ke blog saya

    • Semakin hari, algoritma mesin pencari lebih canggih. Jadi, link yang berasal dari blog spam dan grey area bisa sangat mempengaruhi peringkat.

      Ditambah, jika tidak di cek secara berkala, kita tidak akan tahu jika mendapat backlink berkualitas rendah semacam ini.

Write A Comment