5 Alasan Membuka Usaha yang Sama dengan Orang Lain

Banyak calon pengusaha yang menghabiskan terlalu banyak waktunya untuk memikirkan produk/layanan seperti apa yang akan diberikan kepada calon pembelinya. Seperti yang sudah saya tulis dalam 3 Langkah Sederhana Mendirikan Startup, bahwa memulai usaha itu sebenarnya mudah saja.

Pasti banyak yang masih berpikiran, “Mengapa saya harus membuka usaha yang sama dengan orang lain, sudah ada banyak orang yang memulainya lebih dahulu daripada saya.” Eits… kamu tidak sepenuhnya benar, tapi tidak sepenuhnya salah.

Memang benar, sebuah produk/layanan yang benar-benar baru akan mendatangkan sesuatu yang besar. Tapi, bukan berarti membuka usaha yang sama dengan orang lain tidaklah menguntungkan. Berikut ini alasannya :

1. Selalu ada ruang untuk perbaikan

Saat orang-orang melakukan usahanya dengan baik, maka tugas kita adalah menemukan “kelemahan” mereka dan menjadikannya sebagai kekuatan dalam produk/layanan kita. Contohnya, saat Google diluncurkan sebagai sebuah mesin pencari, tujuan mereka adalah jadi lebih baik dari Yahoo! maupun Lycos. Begitu pula saat Facebook dirilis, mereka “menambal lubang” yang ada pada MySpace dan Friendster.

Adalah sesuatu yang wajar untuk memiliki sebuah produk/layanan yang merupakan perbaikan dari produk serupa yang ada di pasaran.

2. Pasar sudah tersedia

Ini merupakan salah satu alasan paling kuat membuka usaha yang sama dengan orang lain. Dengan kata lain, pasar dan permintaannya sudah tersedia, sehingga tidak memerlukan tenaga dan budget ekstra untuk menedukasi calon pembeli kenapa mereka memerlukan layanan/produk yang kita miliki.

Selain itu, hal ini juga membuka persaingan, dan itu merupakan hal yang bagus. Persaingan membuat kita selalu berusaha melakukan peningkatan agar tidak kalah dari pesaing. Lihatlah Microsoft dan Apple, Canon dan Nikon atau Marriott dan Hilton.

3. Punya kesempatan memberi keunikan pada produk

Setiap bisnis itu pasti berbeda dan sebagai pengusaha, kita sudah seharusnya tau apa yang membuat produk kita unik dibanding produk pesaing. Xiaomi dan OnePlus adalah dua startup baru di pasar smartphone dunia, walau harus bersaing dengan brand-brand besar seperti Samsung, Sony dan Apple, mereka tetap bisa menghasilkan keuntungan.

Jika brand besar melakukan promosi besar-besaran untuk setiap produk baru, membuka toko dan service center dimana-mana. Maka, Xiaomi dan OnePlus memiliki keunikan dengan hanya menjual produknya secara online (sekaligus memangkas biaya marketing), bahkan OnePlus menggandeng Cyanogen untuk sistem operasinya, memberikan sesuatu yang unik pada pasar smartphone dunia.

4. Bisnis harus mengikuti jaman

Di jaman sekarang, bisnis harus bisa mengikuti jaman, mengikuti perubahan perilaku pelanggannya, ketika sebuah bisnis berhenti melakukan perubahan, saat itu pula bisa dikatakan bisnis tersebut sudah mati. Contoh kasusnya adalah pada Friendster, dulu mereka disebut sebagai “jejaring sosial” yang paling populer (sebelum era Facebook).

Saat Facebook muncul, Friendster tidak berhasil mengikuti perubahan perilaku pelanggannya dan akhirnya mundur dari bisnis sosial media dan menuju bisnis game online. Sayangnya, hal itupun tidak berhasil hingga mereka memutuskan “hiatus” terhitung sejak 14 Juni 2015.

5. Kebutuhan pasar masih belum terpenuhi

Satu perusahaan bahkan mungkin puluhan, sangat jarang bisa memenuhi kebutuhan pasar. Ini membuka peluang bagi mereka yang memiliki produk/layanan serupa untuk menjualnya pada yang membutuhkan atau melakukan perbaikan pada produk/layanan yang dimiliki pesaing (lihat poin 1)

Contohnya adalah GoPro, pada masa sebelumnya, sulit menemukan kamera yang cukup “kuat” untuk merekam seseorang saat berselancar atau melakukan olahraga ekstrim. Disanalah, GoPro muncul untuk memenuhi kebutuhan pasar bahkan mengisi “lubang” yang tidak dilihat oleh produsen kamera lainnya.

Kesimpulan

Itulah 5 alasan yang kuat mengapa kita jangan takut membuka usaha yang sama dengan orang lain. Jangan takut dan ingat bahwa akan selalu ada tempat untuk para pemain baru di pasar. Apalagi di era pasar bebas mendatang, peluangnya akan semakin besar.

Ingat! Bermainlah dengan baik, gunakan kartu as di saat yang tepat, jual produk/layanan yang memiliki keunikan dan tidak dimiliki kompetitor. Siapa tau hasilnya akan menjadi iPod, GoPro, Facebook, Xiaomi, Google atau OnePlus berikutnya.

Related Incoming Search Term: