5 Kebiasaan yang Harus Dihindari Orangtua untuk Membesarkan Anak yang Baik

Definisi anak yang baik pada tulisan ini dikhususkan pada anak-anak yang mampu berperilaku secara baik di tempat yang tepat. Misalnya sopan saat berbicara pada orang yang lebih tua seperti kakek dan neneknya dan tetap sopan saat bermain dengan teman-teman sebayanya.

Membesarkan anak memang sesuatu yang tidak mudah, kadang para orangtua kerap bertanya pada dirinya sendiri, apakah mereka sudah membesarkan anaknya dengan cara yang tepat atau tidak. Para orangtua biasanya membaca buku tentang parenting, berbincang dengan orangtua lainnya hingga menerima saran dari orang lain, semua itu demi menciptakan keluarga harmonis.

Berikut ini 5 kebiasaan yang HARUS DIHINDARI orangtua untuk membesarkan anak yang baik :

Tidak Membiarkan Anak Bermain dengan Anak-Anak Lain

Sejak kecil, orangtua harus membiasakan anaknya untuk bermain bersama anak-anak lain. Jauhkan mereka dari gadget yang berpotensi membuat mereka jadi egois dan penyendiri di waktu yang bersamaan. Bermain bersama anak-anak lain mengajarkan mereka tentang berbagi dan bagaimana memperlakukan orang lain. Mereka juga akan belajar bahwa melakukan hal buruk pada orang lain bisa membuat mereka menangis atau marah. Anak akan menjadi lebih mawas diri dan peka terhadap perasaan orang lain ketika mereka menghabiskan waktu dengan anak-anak lain.

Memberikan Semua yang Anak Inginkan

Ada perbedaan mendasar antara kebutuhan dan keinginan. Makanan, perlindungan, dan pakaian merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi oleh orangtua. Sementara mainan terbaru atau DVD Cartoon terbaru merupakan keinginan. Memenuhi segala keinginan anak tanpa membuat mereka menunggu atau membuat mereka menunjukan perilaku baik sebelum mendapatkannya seperti menciptakan sebuah bom waktu.

Jika orangtua tetap melakukan hal ini, anak-anak akan merasa bahwa mereka bisa mendapatkan apapun yang mereka inginkan saat ini juga dan hal ini bisa membangkitkan ‘sisi nakal’ mereka.

Terlalu Banyak di Depan Komputer atau Smartphone

Anak-anak menyukai perhatian, apalagi dari orangtuanya. Dan, apa yang terjadi ketika mereka tidak mendapatkannya? Mereka mulai melakukan apapun untuk mendapatkannya, tidak peduli apa yang mungkin terjadi pada mereka.

Jadi, ketika anak melihat orangtuanya terlalu sibuk bekerja di komputer atau terlalu banyak berinteraksi dengan smartphone tanpa pernah memberikan perhatian yang diinginkan, anak akan melakukan apapun untuk mendapatkan perhatian, bahkan jika itu berarti membuat orangtuanya marah. Sebagai orangtua, harus menyeimbangkan antara bekerja, bersosial dan juga bermain dengan anak.

Tidak Memberi Mereka Pilihan

Jangan jadikan kebiasaan tidak memberi pilihan pada anak, misalnya saat orangtua membelikan permen dengan 3 warna berbeda namun pada akhirnya memilihkan hanya 1 warna pada anak tanpa membiarkan mereka memilih. Hal ini bisa menyebabkan anak menjadi keras kepala dan hanya menginginkan satu hal tertentu saja dan mungkin akan melakukan apapun untuk mendapatkannya.

Tidak Menjelaskan Kenapa Mereka Dihukum atau Dimarahi

Jika orangtua menghukum atau memarahi anak tanpa menjelaskan kenapa orangtua marah dan tindakan baik apa yang diharapkan dilakukan si anak setelah dihukum, maka orangtua sedang menempa sisi ‘anak nakal’ pada diri anaknya. Ingat untuk selalu menjelaskan kenapa dan apa yang orangtua inginkan, atau anak akan terus melakukan ‘kesalahan’-nya karena mereka menganggapnya sebagai sebuah pencapaian.

Anak tidak akan menjadi anak-anak selamanya. Tapi, saat mereka dewasa, mereka membawa segala nilai yang diberikan dan diajarkan orangtua mereka saat masih kecil. Jadi, jika ingin membesarkan anak yang bertanggungjawab dan menjadi orang dewasa yang baik, mulailah sedini mungkin.