6 Alasan Kenapa Bayi Menangis

Bayi menangis adalah sesuatu yang biasa dan tidak ada yang bisa dilakukan orangtua untuk benar-benar mencegahnya karena itu adalah bagian dari tumbuh kembang bayi. Menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi mengenai rasa lapar, sakit, takut, mengantuk dan sebagainya. Jadi, sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui apa yang berusaha di sampaikan oleh bayi lewat tangisnya.

Hal ini biasanya cukup sulit pada awalnya, tapi setelah lama kelamaan, secara naluriah, orangtua akan mengerti arti tangis bayinya. Berikut ini 6 alasan kenapa bayi menangis pada umumnya.

Lapar

Hal ini biasanya menjadi perkiraan pertama para orangtua jika bayi menangis. Mengenali tanda-tanda bayi sedang lapar sebelum dia menangis sangatlah penting sehingga bayi tidak sampai merasa kelaparan. Beberapa tanda bayi yang lapar seperti rewel, menggerakan bibirnya hingga memasukan tangannya di mulut.

Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan biasanya menjadi salah satu alasan kenapa seorang bayi bisa menangis berjam-jam tanpa sebab yang jelas, hal ini biasa dikenal sebagai kolik. Hal ini sebenarnya sesuatu yang ‘normal’ pada tumbuh kembang bayi dan biasanya memiliki pemicu yang berbeda-beda. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah berkonsultasi dengan dokter.

Masalah pencernaan lain yang sering dialami bayi adalah rasa tidak nyaman karena tidak bisa buang angin, hal ini bisa disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah pakaian yang terlalu ketat di bagian perut.

Popok yang kotor

Tangis yang disebabkan karena popok yang sudah kotor atau penuh adalah sesuatu yang biasa. Beberapa bayi biasanya langsung menangis setelah buang air, sementara beberapa bayi lain bisa saja tetap terdiam hingga merasa sudah tidak nyaman dengan popoknya.

Mengantuk

Beberapa bayi yang mengantuk bisa saja tidur dimana pun dan kapan pun, tapi pada umumnya, bayi sangat sulit untuk melakukannya. Bukannya langsung berbaring dan tidur, bayi umumnya akan rewel dan menangis terlebih dahulu jika merasa mengantuk, terutama ketika mereka merasa kelelahan.

 

Ingin dipeluk

Bayi menyukai rangsangan berupa pelukan dari kedua orangtuanya, mereka senang melihat wajah orangtuanya, mendengar suara mereka atau mendengarkan detak jantung mereka bahkan merasakan aroma khas mereka. Menangis bisa menjadi salah satu cara mereka agar dipeluk dan mendapat perhatian dari orangtuanya.

 

Tidak nyaman

Ada beberapa hal yang sangat memungkinkan membuat seorang bayi merasa tidak nyaman :

  1. Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin. Bayi umumnya menyukai suhu yang hangat, tapi suhu yang terlalu hangat juga bisa membuat mereka tidak nyaman.
  2. Sesuatu yang menyakitkan dan sulit dideteksi.  Hal ini biasanya cukup sulit dan harus diatasi dengan ketelitian oleh orangtua. pada beberapa kasus, sehelai rambut yang menyangkut di tangan bayi dapat menyebabkan mereka merasa kesakitan dan tidak nyaman. Contoh lain seperti tag yang terdapat pada selimut atau handuk yang mungkin menyakiti mereka.
  3. Tumbuh gigi. Gigi yang sedang bertumbuh dan menusuk keluar dari dalam gusi sangat membuat bayi tidak nyaman, bahkan beberapa bayi mengalami demam karena hal ini.
  4. Terlalu banyak stimulasi. Bayi memang memerlukan stimulasi untuk tumbuh kembangnya, tapi terlalu banyak stimulasi seperti cahaya yang terlalu terang, suara berisik atau digendong bergantian oleh banyak orang dapat membuat mereka tidak nyaman dan menangis.
  5. Terlalu sedikit stimulasi. Bayi butuh stimulasi, itu sudah pasti. Dan ketika mereka merasa kurang dengan apa yang didapatkan, mereka akan menangis sebagai bentuk meminta stimulasi lebih.

Itulah beberapa alasan kenapa seorang bayi menangis. Tangis bayi adalah bagian dari proses tumbuh kembangnya, karena mereka belum bisa berkomunikasi dengan berbicara. Kadang memang melelahkan, tapi itu adalah bagian indah dari menjadi seorang orangtua.