Ada Apa di Raja Ampat?

Indonesia bagian timur menyimpan banyak sekali tempat-tempat wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Sayangnya, masih banyak yang seperti “mutiara dalam kerang”, ada namun tidak banyak yang mengetahuinya. Raja Ampat Papua Indonesia merupakan salah satu mutiara yang sudah ditemukan dan seharusnya dijaga bersama-sama.

Saya berani bertaruh pasti banyak orang ingin pergi, setidaknya sekali seumur hidup ke Raja Ampat hanya dengan melihat foto atau video oleh orang-orang yang sudah pernah kesana. Tapi, ada apa saja sih sebenarnya di Raja Ampat selain keindahan alamnya yang instragramable banget?  Untuk menjawab pertanyaan itu, saya menjelajahi internet untuk mencaritahu jawabannya, dan berikut ini adalah yang saya dapatkan.

Punya Legenda yang Menarik

Kabarnya ada banyak versi mengenai nama “Raja Ampat” sendiri, saya menemukan salah satu versi yang menurut saya paling menarik. Kalau ada kesalahan, mohon maaf.

Dikisahkan dahulunya ada sepasang suami istri yang tinggal di Teluk Kabui Kampung Wawiyai, suatu hari saat merambat hutan mereka menemukan 6 butir telur Naga. Kemudian telur-telur tersebut dibawa pulang, pada malam harinya, mereka melihat telur-telur tersebut menetas menjadi 4 anak laki-laki dan 1 anak perempuan dengan pakaian halus yang menandakan bahwa mereka adalah keturunan Raja.

Diceritakan bahwa keempat anak lelaki tersebut akhirnya menjadi raja dan memerintah dengan bijaksana. Sementara anak perempuan diceritakan hamil dan memiliki dua buah telur, dimana satu buah dihanyutkan oleh saudara-saudaranya hingga terdampar di sebuah pulau sementara satu lagi tidak menetas dan akhirnya menjadi batu yang kemudian dikenal dengan Kapatnai.

Peninggalan yang Tidak Kalah Menarik

raja-ampat

Oke, kalau bicara soal legenda mungkin agak sulit untuk diterima oleh logika, tapi saya adalah pecinta cerita-cerita legenda Nusantara. Bagi pecinta masa lalu (peninggalan sejarah), Raja Ampat juga tempat yang tidak kalah untuk dikunjungi. Di daerah pegunungan/perbukitan pulau Misool terdapat peninggalan pra-sejarah berupa cap tangan yang ada di dinding karang.

Hal ini tentu unik karena pada umumnya lukisan cap tangan ini biasanya ditemukan di dalam gua-gua, tapi yang ada di Raja Ampat berada dekat dengan laut. Apakah ini tandanya air laut yang meningkat atau memang kebiasaan orang-orang pra-sejarah yang berbeda? Usianya diperkirakan mencapai 50.000 tahun.

Untuk yang tidak mau terlalu jauh ke masa lalu, masih ada sisa-sisa pesawat yang karam dari Perang Dunia II di titik penyelaman Pulau Wai.

Makanan yang Enak

Ayam Barapen ala Walesi merupakan salah satu makanan paling populer dari Papua, buat yang belum tau, Walesi adalah nama salah satu suku yang mendiami Wamena Papua. Makanan ini dulunya menggunakan daging babi, namun karena banyak saudara Muslim di Wamena sehingga diganti dengan daging ayam. Rasanya sih tidak kalah enaknya.

Oh  ya, Raja Ampat merupakan daerah kepulauan, tentu saja salah satu hal yang wajib dicoba disana adalah hasil lautnya. Ditambah dengan salah satu minuman lokalnya yaitu Saguer. Wah, sepertinya akan menyenangkan.


Sebenarnya sulit untuk menuliskan tentang Raja Ampat jika belum pernah berkunjung kesana. Semua orang sudah tau bahwa “koleksi” terumbu karang yang dimiliki Raja Ampat merupakan salah satu yang terlengkap di dunia dengan fauna-flora yang sangat endemik ditambah dengan keramahan masyarakatnya.

Banyak pula yang menjulukinya sebagai salah satu spot diving terbaik di dunia. Tapi, dengan semua informasi mengenai keindahan yang ditawarkan Raja Ampat, sangat sulit membayangkan “surga” jika kita belum pernah kesana. Sebuah harapan yang semoga terwujud adalah saya bisa berkunjung kesana dan “surga-surga” lain di seluruh Indonesia.

Related Incoming Search Term: