Alasan Mengapa Kecerdasan Keuangan Itu Penting

Sekolah-sekolah di Indonesia belumbanyak yang memasukan pendidikan keuangan atau pendidikan finansial padakurikulumnya. Sehingga, lebih banyak orang mendapatkan informasi keuangan dari sumber lain seperti buku dan internet secara otodidak. Padahal, jikapendidikan keuangan diajarkan sejak dini, maka siswa akan lebih cepat paham dansemakin muda bisa merencanakan keuangan mereka di masa produktif dan hari tuananti.

Mengapa Kecerdasan Keuangan itu Penting?

Di masa sekarang, manusia itu hidup lebih lama dibandingkan di masa lalu. Sayangnya, masa produktif manusia itu sangat terbatas dan biasanya tidak lebih dari 30 tahun. Jadi, di banyak negara maju, orang-orang bekerja tidak hanya untuk sekedar ‘hidup’ tapi juga agar tetap memiliki penghasilan di hari tua nanti.

Agar tetap memiliki penghasilan di hari tua, beberapa hal bisa dilakukan misalnya ikut dalam program dana pensiun, berinvestasi di pasar saham atau memiliki bisnis sendiri yang bisa berjalan secara autopilot. 

Dengan memiliki kecerdasan keuangan, maka mengatur keuangan yang dimiliki di masa kini DAN masa mendatang akan lebih mudah.

Dampak Kurangnya Kecerdasan Keuangan

Contoh paling sederhana dari kurangnya kecerdasan keuangan di masyarakat kita adalah masih BANYAK orang yang tertipu dengan investasi abal-abal yang menjanjikan keuntungan sangat tidak masuk akal dalam jangka waktu singkat, apalagi dengan iming-iming tanpa risiko. Anehnya, orang-orang yang tertipu ini biasanya justru menyalahkan perusahaan investasi karena tidak menepati janjinya. Padahal, sudah jelas-jelas ‘mimpi’ yang dijual oleh perusahaan investasi ini adalah palsu.

Contoh lainnya adalah masih banyaknya masyarakat kita yang tetap bekerja di hari tuanya. Di beberapa negara seperti Singapura misalnya, para lansia umumnya bekerja bukan karena mereka benar-benar tidak memiliki uang, mereka bekerja akan tetap aktif, bisa bersosialisasi dan punya uang lebih untuk diberikan pada para cucu di hari raya. Sementara, di Indonesia, masih sangat banyak lansia yang bekerja hanya untuk sekedar menyambung hidup.

Apa Itu Kecerdasan Keuangan?

Menurut banyak sumber, kecerdasan keuangan itu ada lima macamnya yaitu cerdas dalam menghasilkan uang, melindungi uang, mengalokasikan uang, ‘mengungkit’ uang dan mencari informasi keuangan.

Kecerdasan Dalam Menghasilkan Uang

Menghasilkan uang bukanlah sesuatu yang mudah, ada mereka yang ‘menjual’ tenaga, waktu dan skill untuk bisa menghasilkan uang. Jika tiba-tiba di PHK atau bisnis tiba-tiba bangkrut, apa yang akan dilakukan? Disinilah kecerdasan keuangan seseorang dalam menghasilkan uang akan benar-benar diuji dan terlihat. 

Kecerdasan Dalam Melindungi Uang

Sederhananya, bagaimana menjaga diri dari perilaku konsumtif yang berlebihan, apalagi untuk barang-barang yang tidak bermanfaat bagi kita. Ditambah lagi jika barang-barang tersebut ternyata berharga mahal dan menghabiskan sebagian besar uang yang kita hasilkan. Manusia pada dasarnya memang makhluk konsumtif, tapi selama perilaku ini bisa diatur maka tidak ada yang salah.

Kecerdasan Dalam Mengalokasikan Uang

Bagaimana seseorang bisa mengalokasikan uang secara tepat. Mengatur seberapa uang yang akan ditabung, diinvestasikan, dibelanjakan untuk keperluan sehari-hari dan berapa yang akan dialokasikan untuk ‘senang-senang’. 

Kercerdasan Dalam ‘Mengungkit’ Uang

‘Mengungkit’ disini maksudnya adalah menggunakan tenaga/waktu/sumber daya seminimal mungkin agar bisa menghasilkan uang. Bahasa kerennya memiliki “pasif income” alias tidur pun dapet duit. Hal ini bisa dicapai lewat banyak hal seperti investasi atau bisnis yang bisa berjalan tanpa perlu campur tangan pemilik.

Kecerdasan Dalam Mencari Informasi Keuangan

Seperti yang sudah ditulis diawal,di Indonesia pendidikan seputar keuangan itu masih belum masuk dalam kurikulum.Jadi, banyak orang yang tidak mengetahui bagaimana agar cepat naik gaji misalnya. Informasi keuangan yang valid yang terpercaya pun tidak semudah ituditemukan ditengah maraknya hoax dan disinformasi seperti saat ini. Jadi,sangat penting untuk bisa secara cepat mengidentifikasi informasi keuangan yangbenar dan yang tidak.

Kesimpulannya, sudah saatnya anak-anak di Indonesia tidak hanya cerdas dalam matematika, fisika, kimia dan sebagainya. Sudah waktunya anak-anak Indonesia cerdas dalam mengatur uang dan merencakan hari tuanya.