Alasan Sony Merilis PlayStation Classic

Sony bukan perusahaan konsol pertama yang ‘merilis ulang’ konsol jadul mereka. Sebelumnya sudah ada Nintendo yang bahkan merilis dua konsol jadulnya mereka sekaligus yaitu NES Classic dan SNES Classic. Di satu sisi, kehadiran versi “Classic” ini mengobati kerinduan para gamer pada game yang lebih sederhana sekaligus sambil bernostalgia.

Namun, perlu diingat bahwa baik Sony maupun Nintendo adalah perusahaan yang tujuan akhirnya untuk mendapat keuntungan. Jadi, mari kita bahas alasan sesungguhnya kenapa Sony (dan Nintendo) merilis kembali konsol jadul mereka dibawah bendera “Classic”.

*Catatan! Tulisan ini 100% opini dan spekulasi pribadi ya…

PS1 Sudah Berhenti Diproduksi pada 2006

Original PlayStation, PSX, PS atau PS1 (selanjutnya disebut PS1) sudah berhenti diproduksi pada 2006 saat Sony sedang mengerjakan PS3. Hal ini memang keputusan yang tepat mengingat PS1 menggunakan teknologi tahun 1994 dan sudah memiliki penerus yaitu PS2 yang dirilis pada tahun 2000 dan akan segera memiliki penerus yaitu PS3.

Selama 11 tahun, jumlah konsol PS1 yang terjual mencapai lebih dari 100 juta unit di seluruh dunia. Mencapaian yang luar biasa bukan? Tapi, walau sudah berhenti diproduksi lebih dari 10 tahun lalu, masih banyak orang yang memainkan game-game klasik dari PS1 entah itu menggunakan konsol atau menggunakan emulator. Kesimpulannya, pasarnya masih ada.

Gamer Suka Bernostalgia

Gamer yang sempat memainkan PS1 umumnya saat ini sudah berusia diatas 20 tahun. Waktu luang yang dimiliki pun tidak 100% bisa digunakan untuk bermain game karena mereka mungkin sudah berkeluarga atau memiliki aktivitas lain. Tapi, di sisi lain, ada satu faktor yang mereka miliki saat ini tapi tidak miliki 24 tahun lalu, yaitu uang (yang dihasilkan sendiri).

24 tahun lalu, saat PS1 pertama kali dirilis, banyak dari gamer ini pergi ke rumah teman untuk bermain PS atau pergi ke rental atau hanya numpang nonton kakaknya bermain PS. Ada yang merengek minta dibelikan, ada pula yang sangat bahagia ketika mendapat kado PS1 dari orangtuanya.

24 tahun lalu, mereka hanya bocah yang suka main game. Tapi, kini, mereka umumnya adalah orang-orang mapan dengan penghasilan sendiri yang mungkin sedang ingin bernostalgia dengan masa kecilnya. Kesimpulannya, target pasar untuk ‘konsol nostalgia’ adalah mereka yang sudah berpenghasilan, yang pernah bermain di masa kecilnya dan masih ‘jatuh cinta’ pada masa itu.

Eksperimen Murah

Bagi Sony dan Nintendo yang punya basis penggemar dengan rentang usia yang sangat lebar, versi “Classic” merupakan sebuah ‘eksperimen’ yang murah. Angka penjualan versi ini akan memberikan data seberapa loyalnya penggemar konsol mereka. Jika angka penjualannya dibawah perkiraan, maka mereka bisa fokus untuk berjalan ke depan dengan konsol-konsol barunya.

Jika angka penjualannya biasa-biasa saja, maka setidaknya hal itu bisa membantu keuangan mereka. Nah, jika angka penjualannya ternyata gila-gilaan, hal ini berarti mereka harus menaruh perhatian pada game-game klasik mereka dan menghadirkan cara untuk ‘memerah’ para gamer yang masih ingin memainkan game tersebut.

Kesimpulannya, dibalik perilisan PlayStation Classic yang katanya untuk merayakan 24 tahun perilisan PS1 ada eksperimen kecil yang dilakukan oleh Sony untuk membantu mereka lebih mengenal pasar dan penggemarnya.

Pecintraan dan Persaingan

NES Classic Edition yang dirilis Nintendo pada 2016 lalu memiliki total penjualan hanya 2,3 juta unit. Bandingkan dengan NES yang terjual hingga lebih dari 110 juta unit. 2017 lalu, Nintendo memutuskan untuk berhenti memproduksi NES Classic Edition, hal ini justru membuat harga NES Classic yang masih tersisa jadi melambung. Pada akhirnya, NES Classic kembali diperkenalkan pada 2018 ini.

Kehadiran NES dan SNES Classic Edition seakan menggambarkan Nintendo sebagai perusahaan yang masih sayang dan peduli pada para penggemarnya. Sebaliknya, tidak banyak game di PlayStation yang mendukung backward compatibility yang membuat Sony seakan melupakan gamer lamanya dan hanya fokus pada game-game baru.

PlayStation Classic bisa menjadi jawaban Sony untuk meningkatkan citranya sebagai perusahaan yang masih sayang dan tidak melupakan pemain lamanya. Ditambah, persaingan di ‘konsol nostalgia’ selama setahun terakhir hanya didominasi oleh Nintendo, Sony sepertinya juga tidak mau ketinggalan mendapat sedikit bagian dari kue manis ini.

Kesimpulannya, PlayStation Classic menjadi jawaban Sony untuk mendapatkan citra sebagai perusahaan yang tidak melupakan sejarah tapi di sisi lain, tetap ingin menghasilkan uang dengan ‘memerah’ para gamer yang ingin bernostalgia karena selama ini hal itu hanya dilakukan oleh Nintendo.

Related Incoming Search Term: