Inti Artikel

  • Kecepatan loading sebuah website dianggap banyak praktisi SEO sebagai salah satu faktor penting dalam SEO saat ini
  • PageSpeed Score adalah nilai yang diberikan pada sebuah website berdasarkan kecepatannya dalam memunculkan konten
  • Ada banyak faktor yang bisa menurunkan kecepatan dan PageSpeed Score dari website, misalnya gambar dan server yang lambat
  • Pengaruh dari PageSpeed Score sempurna yaitu 100/100 berbeda-beda tergantung pada kondisi website saat ini.
  • Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat kecepatan website adalah optimasi kode, optimasi gambar dan memilih hosting yang cepat.

Dalam banyak kesempatan, Google selalu menyatakan bahwa mereka menggunakan lebih dari 200 faktor untuk menentukan peringkat suatu website di hasil pencariannya.

Walau tidak ada yang tau pasti, apa saja 200+ faktor ini tapi, hampir semua praktisi SEO setuju bahwa kecepatan loading merupakan salah satunya.

Pada tulisan ini, saya akan membahas, apa pengaruh dari PageSpeed Score yang mendapat nilai sempurna, seberapa besar pengaruhnya dan bagaimana cara meningkatkan kecepatan website.

Apa Itu PageSpeed Score?

Apa Pengaruh PageSpeed Score 100/100 Pada Website? 2

PageSpeed Score adalah sebuah nilai yang diberikan pada sebuah website berdasarkan kecepatannya dalam memunculkan konten pada pengguna.

Google menggunakan data yang didapatkan dari open-source tool bernama Lighthouse untuk menentukan nilai ini. Untuk mengecek PageSpeed Score bisa dilakukan lewat link ini

Ada lebih dari 25 faktor yang menentukan nilai ini, faktor-faktor tersebut umumnya berhubungan dengan kode CSS, HTML, Javascript, gambar dan respon server.

Semakin cepat sebuah website bisa memunculkan konten pada pengguna, semakin tinggi pula PageSpeed Scorenya.

Faktor yang Bisa Menurunkan PageSpeed Score

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, PageSpeed Score umumnya akan berhubungan dengan CSS, HTML, Javascript, gambar dan respon server. Beberapa faktor yang bisa menurunkan skornya diantara lain:

  • Kode CSS, HTML dan Javascript yang tidak teroptimasi
  • Ukuran gambar yang tidak teroptimasi (lebih besar dari seharusnya)
  • Respon Server yang lambat

Contoh kasus paling sederhana adalah gambar. Saat sebuah website menampilkan gambar dengan ukuran hanya 500×500 pixel, namun pada kenyataannya gambar yang termuat berukuran 5000×5000 pixel, maka pengguna akan perlu waktu lebih lama untuk melihat keseluruhan konten daripada seharusnya.

Solusinya adalah dengan melakukan resize terhadap gambar tersebut sehingga ada pada ukuran optimalnya.

Contoh lainnya berhubungan dengan respon server, inilah mengapa sangat penting memiliki hosting tercepat di pasaran agar respon dari server juga jadi cepat.

Respon dari server juga menentukan keseluruhan waktu yang diperlukan untuk menampilkan konten. Percuma memiliki website yang mampu termuat hanya dalam 2 detik jika respon servernya memakan waktu 7 detik, maka keseluruhan waktu untuk loading justru menjadi 9 detik.

Apa Pengaruh PageSpeed Score pada SEO?

Apa Pengaruh PageSpeed Score 100/100 Pada Website? 3

Kecepatan loading sebuah website itu bisa berpengaruh ke SEO karena berhubungan dengan bounce rate, user experience bahkan dwell time.

Website yang termuat sempurna dalam waktu 2 detik misalnya, kemungkinan besar akan memiliki peringkat yang jauh lebih baik dibandingkan website yang termuat dalam waktu 4 detik. Mengapa? Begini ceritanya…

Ceritanya, saya adalah seorang blogger pemula yang sedang ingin membeli domain untuk blog pertama saya. Saya pun mencari di Google dengan kata kunci “domain murah

Seperti biasa, Google akan memunculkan 10 website teratas di kata kunci tersebut, beserta banyak iklan. Seperti orang normal lainnya, saya klik website yang ada di peringkat pertama.

Walau dengan kecepatan internet yang mencapai 100Mbps, website ini perlu waktu lama untuk termuat sempurna. Akhirnya, saya kembali ke Google dan mengklik website nomor 2. Informasi yang ada di website kedua ini sangat lengkap, loadingnya pun dalam sekejap.

Masih ada di website kedua, ada artikel lain berjudul “Cara Meningkatkan Kecepatan Website (Untuk Blogger Pemula“, saya pun membaca beberapa artikel lainnya di website kedua karena setiap artikel yang saya ingin baca bisa termuat sempurna dalam sekejap.

Di San Francisco sana, Google pun berpikir dengan RankBrain-nya.

Ehm… Website nomor 1 (pada kata kunci “domain murah“) ini sepertinya tidak bagus. Kalau bagus, mana mungkin Ari Kurniawan (*Ingat! Google tau siapa namamu) langsung keluar dan justru mengklik website nomor 2.

Aku akan menaikan website peringkat 2 ini menjadi peringkat 1 saja deh dan melihat apa yang terjadi.”  Begitulah kira-kira yang dipikirkan Google.

Bahasa sederhananya, website di peringkat 1 memiliki bounce rate yang lebih tinggi karena loading yang lebih lambat.

Bounce rate yang tinggi menandakan bahwa user experience juga tidak bagus.

Sebaliknya, website peringkat 2 menunjukan bounce rate yang lebih rendah, user experience yang lebih baik dan dwell time yang lebih lama.

Pada akhirnya, Google akan menaikan peringkat website kedua sampai muncul website yang lebih baik.

Seberapa Besar Pengaruh PageSpeed Score 100/100?

Apa Pengaruh PageSpeed Score 100/100 Pada Website? 4

Jawabannya, TERGANTUNG.

Jika website kamu saat ini memiliki skor dibawah 50/100, maka dengan menjadikannya mendapat skor 100/100 maka pengaruhnya akan terasa. Bounce rate kemungkinan akan turun, peringkat akan naik dan trafik juga akan semakin tinggi

Sebaliknya, jika website yang saat ini sudah memiliki skor misalnya 95/100, maka pengaruhnya tidak akan begitu terasa jika tidak dibarengi dengan metode SEO lain seperti penambahan backlink dan perbaikan konten.

Saran saya sih, jangan terlalu fokus mengejar nilai 100/100 karena hal itu perlu pengetahuan teknis yang berhubungan dengan programming. Cukup kejar ‘zona aman‘ saja yaitu skor yang berada diantara 85-99/100, tidak perlu nilai sempurnanya.

Bagaimana Meningkatkan Kecepatan Website?

Jika mau dijabarkan, sebenarnya ada banyak sekali faktor yang MUNGKIN bisa meningkatkan kecepatan website/blog, tapi saya akan berikan tiga faktor yang menurut pengalaman saya pribadi paling mudah dioptimasi.

Optimasi Ukuran Gambar

Gambar pada website ibarat pisau bermata dua. Pada satu sisi, gambar membantu memperjelas konten dan menarik perhatian. Namun di sisi lain juga memperlambat website.

Data tahun 2018 dari HTTP Archive menunjukan bahwa “berat” gambar mencapai 21% dari sebuah webpage.

Memang lebih kecil dibanding “berat” video yang mencapai 60%, tapi tidak semua webpage memasang video di halaman mereka. Tapi, umumnya setiap webpage akan berisi gambar.

Cara untuk optimasi gambar sebenarnya ada dua yaitu secara manual dan secara otomatis. Sayangnya, bagi kamu pengguna blogspot/blogger.com, pilihan satu-satunya adalah dilakukan secara manual.

Cara manual adalah dengan melakukan resize atau crop pada gambar secara manual, entah itu mengunakan software seperti Photohop atau Photo Editor atau menggunakan tool online.

Cara otomatis (khusus bagi pengguna WordPress self-host) bisa menggunakan plugin seperti EWWW Image Optimizer atau Smush.

Optimasi Kode (CSS, HTML, Javascript)

Walau hanya mempengaruhi “berat” suatu website dibawah 10%, namun, kode yang tidak rapi dan acak-acakan juga bisa mempengaruhi kecepatan website karena tidak termuat secara berurutan.

Poin ini sebenarnya sangat teknis, tapi saya akan share bagaimana untuk melakukan optimasi kode ini dengan cara paling mudah yaitu dengan melakukan Minify.

Inti kerja dari proses Minify ini sebenarnya hanya menghapus spasi yang dianggap tidak perlu dan menghapus “comment” yang diberikan oleh developer kode tersebut.

Perhatian! Lakukan langkah ini secara pelan-pelan, ingat selalu untuk backup kode dan berdoa sebelum memulai. Carilah tutorial yang lebih detail serta jangan malu untuk bertanya

Minify CSS di Blogspot

Bagi pengguna blogspot/blogger, saya sarankan melakukan minify CSS saja. Kode CSS biasanya berada diantara <head> dan </head>, berwarna biru tua.

Copy kode yang ditemukan di bagian itu ke notepad lalu buka minifycode.com dan pilih CSS minifier. Copy kode CSS di notepad tadi ke text field di halaman tersebut dan klik “minify css

Copy hasilnya kembali ke kode blogmu dan seharusnya kode CSS di blogmu sudah teroptimasi dengan baik.

Minify CSS, HTML dan Javascript di WordPress

Untuk pengguna WordPress, proses minify ini cenderung lebih mudah yaitu cukup dengan menginstall plugin Autoptimize. Sebenarnya banyak plugin lain yang bisa melakukan hal yang sama, tapi saran dari saya adalah plugin Autoptimize karena fiturnya sudah lengkap, selalu update dan gratis.

Setelah diinstall dan diaktifkan, buka bagian setting dan centang bagian “Optimize HTML“, “Optimize Javascript“, dan “Optimize CSS“. Dan… simpan. Selesai deh.

Optimasi Server/Hosting

Jika hosting lambat, maka website juga akan lambat.

Banyak blogger pemula yang masih sulit menentukan provider hosting untuk blog mereka karena budget yang cenderung terbatas.

Saran saya sih, pilih saja provider yang menawarkan cloud hosting. Cloud hosting umumnya memang sedikit lebih mahal dibanding hosting biasa, tapi kecepatan aksesnya lebih terjamin.

Bagi blogger yang blognya berada di blogspot/blogger.com, tidak perlu khawatir dengan optimasi ini. Karena pada dasarnya, hosting blog milikmu sudah diurus oleh Google.

Nah, bagi blogger yang menggunakan WordPress, pertama, pilihlah hosting yang servernya berada dekat dengan lokasi mayoritas trafik pengunjungmu.

Jadi, kalo mayoritas pengunjung dari Indonesia, pilihlah hosting dengan lokasi di Indonesia atau paling jauh di Singapura.

Akhir Kata

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengecek dan mempercepatan kecepatan dari website/blog yang kamu miliki. Sangat disarankan untuk menjadi referensi dan tutorial tambahan untuk melakukan optimasi kecepatan website. Dan, jangan pernah malu untuk bertanya, blogger Indonesia itu baik-baik kok.


Author

Blogger paruh waktu yang sedang banyak belajar tentang SEO dan Digital Marketing. Kadang menulis cerita bertema science-fiction dan historical-fiction.

Write A Comment