Bagaimana Kredit di Bank Syariah Bekerja?

Saat membutuhkan dana tunai, biasanya kebanyakan orang akan memilih untuk meminjam uang di Bank. Kini Anda bisa memilih bank dengan skema seperti apakah yang Anda inginkan karena ada dua jenis perbankan yang mendominasi saat ini yakni skema konvensional dan syariah. Sistem kredit di bank konvensional menggunakan bunga seperti yang telah di ketahui bersama. Namun, pada bank syariah, penggunaan bunga ditiadakan sehingga sistem kredit syariah dianggap ramah untuk para muslim yang menghindari riba. Lalu, bagaimana kredit di Bank Syariah Bekerja? Berikut ini ulasan mengenai sistem kredit syariah.

Tidak menggunakan bunga

Seperti yang telah diketahui bersama, salah satu perbedaan utama antara sistem kredit syariah dan sistem kredit konvensional adalah penerapan pada bunga yang dibebankan kepada nasabah. Jika pada bank konvensional dikenal bunga sebagai imbal hasil bank yang telah meminjamkan uangnya kepada nasabah, maka tidak demikian dengan sistem kredit syariah. Pada sistem kredit syariah, nasabah yang meminjamkan dana tidak dibebani dengan bunga melainkan diganti dengan imbal hasil yang diberikan nasabah atas pinjaman dana yang telah diberikan pihak perbankan. Selain itu, angsuran pinjaman yang harus dibayarkan pada sistem kredit syariah flat sehingga lebih menguntungkan bagi para nasabah yang ingin meminjam dana. Lalu, apa perbedaan imbal hasil pada sistem kredit syariah dengan bunga pada sistem kredit konvensional?

Sifatnya yang Jual Beli

Tidak seperti bank Konvensional, pada bank Syariah sistem yang digunakan seperti sistem jual beli. Maksudnya, ketika Anda mengajukan kredit pembiayaan suatu barang dengan sistem syariah, maka pihak bank akan menerapkan sistem jual beli. Jadi, bank akan membiayai barang yang ingin dibeli oleh nasabah, kemudian menerapkan margin keuntungan dari barang yang telah dibiayai tersebut. Cara ini dilakukan secara transparan sehingga nasabah mengetahui berapa margin harga barang tersebut sekaligus dapat membayarnya secara berangsur-angsur.

Milik Bersama

Berbeda halnya jika kredit digunakan untuk hal produktif seperti usaha. Pada jenis kredit ini pihak bank syariah akan menerapkan sistem kepemilikan bersama dari usaha yang akan dibiayai. Maksudnya, bank akan menerima imbal hasil dari keuntungan usaha yang dibiayai tersebut. Jika belum menghasilkan keuntungan, maka pihak debitur hanya perlu membayar pokok pinjaman saja sampai menghasilkan keuntungan sebagai imbal hasil untuk bank syariah.

Itulah ulasan mengenai sistem kredit pada perbankan syariah. Semua produk pembiayaan tersebut bisa Anda dapatkan di Bank Syariah Bukopin. Mengapa Bank Syariah Bukopin? Karena, ada berbagaijenis pinjaman Bank Syariah Bukopinyang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan Anda dan tentunya sesuai dengan syariat Islam.