Bajakan dan ORI

Saatnya nulis sesuatu yang agak serius sebagai tulisan pembuka tahun 2016. Walau sudah lumayan telat, saya mau mengucapkan Selamat Tahun Baru 2016 buat siapa saja yang mungkin membaca tulisan ini di awal bulan Januari 2016.

Setidaknya sejak perilisan album Living Things dari Linkin Park (tahun 2012), saya mulai berusaha menghargai karya dari musisi, perusahaan atau apapun itu yang saya sukai dengan membeli karya original mereka. Ditambah sejak membaca buku “Indiepreneur” dari Pandji Pragiwaksono yang kembali mengingatkan saya pada pernyataan Mike Shinoda, salah satu personil Linkin Park mengenai produk bajakan.

Berikut ini beberapa pendapat saya mengenai produk Bajakan dan ORI yang sebagian besar terpengaruh dari buku “Indiepreneur”.

Segmen Pasar Berbeda

Mereka yang mendownload MP3, film atau game di internet tentu berbeda dengan mereka yang membeli CD, menonton di bioskop atau membeli game lewat Steam. Orang yang mau menghabiskan uangnya untuk membeli tiket nonton di bioskop tentu orang yang berbeda dengan mereka yang mau menghabiskan waktu (dan mungkin biaya) untuk mendownload film dengan kualitas 1080p.

Ekonomi Berpengaruh

Ilustrasinya sederhana, ketika saya masih sekolah dan kenaikan uang jajan tidak mengikuti kenaikan harga BBM, maka saya tidak memiliki  cukup biaya atau fasilitas (misalnya kartu kredit) untuk membeli game di Steam, tentu saya akan memilih membeli bajakan (harga lebih murah) atau bahkan mendownloadnya (gratis).

Ketika saya sudah kerja dan masih suka bermain game, tentu saya akan menyisihkan pendapatan untuk membeli game-game yang saya inginkan. Kenapa membeli yang ori padahal masih bisa membeli bajakan atau download gratisan?

Mungkin karena ingin mendukung developer game-nya, mungkin sekedar untuk koleksi atau alasan sesederhana ingin pamer achievement saja.

Membeli ORI = Lebih Bertanggungjawab

Ini saya alami sendiri, beberapa waktu lalu, saya mendapat voucer untuk mendapat course di Udemy (semacam kursus online) secara cuma-cuma. Sampai hari ini, saya belum menyelesaikan satu pun dari course tersebut. Kenapa? Ya, karena barang itu gratis, sekalipun tidak saya pelajari, saya tidak rugi.

Pertengahan tahun lalu, saya membeli beberapa e-book seputar marketing dan sudah selesai saya baca dan sedikit praktekan selesai membacanya. Kenapa? Karena saya ogah rugi dong, masak sudah dibayar tidak dibaca dan dipraktekan.

Ini bukan soal “Kalau bisa gratis, kenapa harus beli?”

Saya mengutip pernyataan dari Mike Shinoda mengenai pembajakan yang ditulis di blog pribadinya tahun 2008 :

Mike Shinoda

Every dollar you spend on a band (whatever it be on their music, concert tickets, or merchandise) is a statement; it says that you want the artist to continue to make music. In buying something, you are essentially helping fund their future endeavors.”

If any of you are stealing music from a band that you love, but you’re buying something from a company that you don’t care about, I would very politely suggest that you might have some re-prioritizing to do.”

Dalam pertanyaan pertama, Mike mengatakan bahwa ketika kita mau menghabiskan uang yang dimiliki untuk membeli sebuah karya, maka itu adalah pernyataan bahwa kita ingin bahwa pekarya tersebut untuk terus berkarya agar bisa terus kita nikmati.

Dalam pertanyaan kedua, Mike mengingatkan (baca : menampar) banyak orang, kenapa kita dengan bangganya mencuri/membajak hasil karya dari band yang sangat kita sukai sementara kita mau membeli produk asli (misalnya ayam goreng) dari perusahaan yang tidak kita pedulikan.


 

Saya akui, saya sendiri masih sering menikmati produk-produk bajakan misalnya film, game, dan lagu. Tapi, sejak 2012 lalu, saya berjanji pada diri sendiri, bahwa mulai dari album Living Things, saya akan berusaha sekeras mungkin membeli produk ori dari setiap album baru Linkin Park.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk sombong atau pamer, cuma sekedar mengingatkan, terutama pada diri sendiri, bahwa ketika kita mencintai sesuatu, relalah untuk berkorban. Atau dalam hal ini, ketika kita sangat ingin sebuah band, sebuah developer game, atau sutradara film untuk terus berkarya, maka mulailah mencoba membeli produk mereka.