Nama NAH Project belakangan ini mulai diperhitungkan sebagai brand sepatu lokal dengan model dan kualitas yang bagus. Diakui atau tidak, salah satu penyebabnya melambungnya nama mereka adalah karena sepatunya pernah digunakan oleh Presiden Joko Widodo.

Artikel ini akan menceritakan review saya mengenai NAH Project, dari segi produk dan pengalaman belanja.

Saya sebenarnya bukan orang yang suka belanja barang-barang fesyen, tapi karena kebetulan perlu sepatu baru, jadi sekalian saja saya coba beli dari NAH Project, hitung-hitung sebagai bentuk support usaha dan brand lokal.

Review Belanja dan Mencoba Sepatu dari NAH Project 2

Pilihan saya jatuh pada YAS Series, alasannya ada dua:

  1. Seri ini satu-satunya yang memiliki stok ukuran sepatu 46 (Buat NAH Project, tolong produk-produk berikutnya, apalagi yang true to size dibuat juga ukuran 45-47, please)
  2. Saya perlu sepatu berwarna serba hitam

Pesan Langsung di website NAH Project

Review Belanja dan Mencoba Sepatu dari NAH Project 3

Pemesanan di website nahproject.com terbilang sangat gampang dan sederhana. Mereka menggunakan Shopify sebagai engine websitenya yang memang sudah didesain untuk toko online.

Pilih ukuran, cek cart, isi alamat lalu mendapatkan invoice dan cara pembayaran. Detail pembayaran ini juga dikirim via email, jadi tidak perlu khawatir kalau tidak sengaja menutup tab browser setelah belanja.

Berikutnya adalah melakukan pembayaran dan melakukan konfirmasi. Nah, pada tahap ini, NAH Project menyediakan konfirmasi via WhatsApp, LINE, email dan Google Docs.

Tapi, secara pribadi, saya berharap sih ada cara konfirmasi yang lebih gampang lagi atau kalau bisa konfirmasi otomatis.

Lama Pengiriman Sepatu dari NAH Project

Saya melakukan konfirmasi pada siang hari dan malamnya sudah mendapat email nomor resi pengiriman. Ini salah satu yang saya suka dari NAH Project, respon pengirimannya cepat.

Oke, karena dikirim dari Bandung ke Bali, jadi memakan waktu sekitar tiga hari dan itu merupakan hal yang biasa.

YAS FlexKnit V2.0 Tiba di Rumah

Review Belanja dan Mencoba Sepatu dari NAH Project 4

Jujur, respon pertama ketika saya menerima dan melihat sepatu ini adalah:

Kok kecil banget ya?

Saya biasanya membeli sepatu yang satu size diatas ukuran kaki, hal ini karena suka dengan sepatu yang agak longgar, tapi karena NAH Project tidak punya ukuran 47, jadi saya ‘memberanikan diri‘ membeli ukuran 46 saja.

Tapi, ketika dicoba… Respon saya jadi berubah.

Gilak, ini sepatu ringan banget!

Sepatu yang awalnya saya kira akan kekecilan, ternyata ngepas banget. #syukur

Satu kata yang paling pas menggambarkan YAS Series ini adalah “Ringan“, udah serasa tidak pakai sepatu. Sebenarnya ada satu kata lagi sih yaitu “Adem“.

Saya baru sadar kalau sepatu ini banyak rongganya ketika memakai sepatu serba hitam dengan kaos kaki berwarna putih. Akhirnya, #gantikaoskaki dengan yang berwarna hitam biar bagus.

Pendapat tentang Sepatu dari NAH Project

Masih Perlu Banyak Peningkatan

Review Belanja dan Mencoba Sepatu dari NAH Project 5

Pertama-tama, untuk kalian yang ingin membeli sepatu dari NAH Project, tolong jangan berharap terlalu tinggi, brand ini baru dimulai dari tahun 2017 dan masih punya sangat banyak ruang untuk peningkatan dan perbaikan.

Jika membandingkan kualitas sepatu mereka dengan brand-brand besar dari luar negeri, kalian akan kecewa. Tapi, sepatu dari NAH Project juga tidak semahal itu, jadi wajar saja.

Mengerti Kondisi Indonesia

Awalnya saya bingung kenapa sepatu YAS Series ini banyak banget rongganya, tapi kemudian saya ingat bahwa sepatu ini memang ditujukan untuk casual sport.

Kata founder NAH Project dalam suatu wawancara: cuaca/suhu/iklim di Indonesia itu memang cenderung panas dan gerah, jadi dengan banyak rongga di sepatu YAS Series jadi sirkulasi udaranya lebih enak dan lebih adem.

Kelihatannya saja Ringkih, Padahal Lumayan Kuat

Karena ringan, saya juga sempat berpikir bahwa sepatu ini akan jadi lumayan ringkih (lemah). Tapi, perasaannya saya ternyata salah dan sepatu dari NAH ini ternyata cukup kuat.

Gimana cara membuktikannya?

Saya ajak loncat-loncat dan naik-turun tangga serta berjalan di jalan tanah yang agak curam. Hasilnya? Sepatu saya jadi kotor XD

Tapi, serius, saya awalnya mengira akan ada satu atau dua jahitannya yang akan lepas setelah saya ‘siksa’ atau setidaknya bagian sol jadi agak renggang, tapi ternyata masih utuh.

Saran Saya: Jangan Ikut First Drop

Review Belanja dan Mencoba Sepatu dari NAH Project 6

FlexKnit V2.0 dari Nah Project ini kalau tidak salah dirilis pada November 2018 lalu, saat perilisannya itu, saya sempat iseng ingin ikut-ikutan beli, kalau dapat ya syukur, kalau enggak juga tidak apa-apa.

Saya cuma ‘telat’ 15 menit dan sistem websitenya down. Respon server nahproject.com jadi sangat lambat. Banyak orang mengeluh bahwa mereka tidak bisa mengakses, tidak bisa mengonfirmasi pemesanan dan sebagainya.

Beberapa jam kemudian, NAH Project mengumumkan bahwa produk mereka sudah ludes hanya dalam 10 (atau 15) menit pertama.

Ini sebenarnya strategi marketing dari NAH Project dengan seakan-akan membuat produk mereka limited, strategi yang sama yang dipakai OnePlus saat merilis produk-produk awal mereka.

Sayangnya, strategi marketing ini juga kadang-kadang bikin kesal. Jadi, saran saya, buat kalian yang tidak benar-benar perlu banget atau tidak se-ngefans berat itu dengan produknya NAH Project, “JANGAN IKUT FIRST DROP!

Kesimpulan

Kesimpulannya gimana? Gini, jika kamu sedang mencari sepatu casual sport yang bagus, tapi budget tidak terlalu besar, boleh deh cobak beli sepatu dari NAH Project.

Tapi ingat, kalau kamu sudah terbiasa membeli sepatu (yang orisinal ya) dari brand-brand besar luar negeri, jangan menaruh harapanmu terlalu tinggi.

Baru saya bilang “jangan menaruh harapanmu terlalu tinggi“, bukan berarti sepatu YAS Series ini jelek ya. Sepatu ini sebenarnya bagus banget, tapi ya untuk standar Indonesia dan Asia. Kalau untuk bagus secara standar internasional, NAH Project masih perlu waktu.

Author

Blogger paruh waktu yang sedang banyak belajar tentang SEO dan Digital Marketing. Kadang menulis cerita bertema science-fiction dan historical-fiction.

Write A Comment