Berita tentang ‘membangkitkan kembali’ dinosaurus dan hewan pra-sejarah lainnya sangat sering muncul dua tahun terakhir.

Kehadiran teknologi yang memungkinkan ilmuwan untuk menyunting DNA layaknya menyunting kata di text-editor adalah salah satu alasannya. Search kata kunci “CRISPR” di Google untuk mengetahui tentang metode sunting DNA ini.

Tapi, penting tidak sih sebenarnya membangkitkan hewan-hewan purba ini lagi?

Belajar dari Film Jurassic Park

Cara 'Membangkitkan Kembali' Dinosaurus 2
JURASSIC PARK, 1993. ©Universal/courtesy Everett Collection

Jurassic Park adalah seri film yang diangkat dari novel berjudul sama. Kemungkinan besar sih kamu sudah tau tentang film ini. Bercerita tentang sebuah taman yang menjadikan dinosaurus sebagai atraksi utamanya.

Sudah ada lima film Jurassic Park sejak 1993 hingga 2018 yang rata-rata punya ending sama, yaitu dinosaurus yang tidak terkendali dan mengancam hidup banyak orang.

Bahkan, ilmuwan yang menjadi bagian dari proyek membangkitkan kembali dinosaurus ini merupakan penasihat/ahli untuk beberapa film Jurassic Park. Apa mereka tidak belajar dari kesalahan para ilmuwan di film ya?

Chickenosaurus

Cara 'Membangkitkan Kembali' Dinosaurus 3

Jika bicara tentang ‘kadal purba’, banyak dari kita yang akan langsung berpikir mengenai Komodo dan Buaya. Apalagi dua hewan ini dianggap masih keturunan langsung dari dinosaurus purba.

Tapi, mungkin banyak yang tidak tau bahwa ada satu hewan lagi yang merupakan ‘keturunan‘ dari dinosaurus yaitu ayam!

Yap, ayam merupakan ‘keturunan‘ dari dinosaurus purba, entah bagaimana ceritanya.

Tidak percaya? Ilmuwan yang berencana membangkitkan dinosaurus bukannya menyunting DNA dari embrio buaya atau komodo tapi DNA dari embrio ayam.

Jadi, walau judul berita di media “membangkitkan kembali dinosaurus“, tapi apa yang sedang dikerjakan ilmuwan saat ini adalah ‘menyunting’ ayam menjadi chickenosaurus.

Urusan Etika/Moral

Cara 'Membangkitkan Kembali' Dinosaurus 4

Teknologi penyuntingan DNA memang masih kontroversial karena banyak yang beranggapan bahwa teknologi seakan berusaha menggantikan takdir yang digariskan oleh Yang Kuasa.

Tapi, di satu sisi, teknologi ini bisa digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit keturunan yang berbahaya dan mematikan.

Jika bicara tentang penggunakan teknologi ini untuk membangkitkan hewan yang sudah punah, secara pribadi sih rasanya tidak 100% tepat. Kenapa?

Hewan-hewan yang sudah punah tersebut mungkin punah karena alasan yang berbeda, misalnya tidak bisa bertahan hidup dengan keadaan atau iklim saat ini.

Dengan membawa hewan tersebut kembali, sama saja dengan menyiksanya untuk hidup di tempat yang tidak seharusnya. Belum lagi jika tidak ada sumber makanan yang cocok.

Jika untuk sekedar ‘kepentingan ilmu pengetahuan‘, rasanya alasan itu belum cukup kuat untuk membawa hewan-hewan itu kembali.

Ide Gila: Unicorn dan Pegasus!

Cara 'Membangkitkan Kembali' Dinosaurus 5

Daripada membawa kadal dari masa purba ke masa kini, kenapa kita tidak membawa hewan-hewan yang lebih ‘gila’ lagi dari peradaban masa lalu? Misalnya Unicorn dan Pegasus.

Secara teori diatas kertas, untuk ‘membuat’ Unicorn, kita hanya perlu menggabungkan DNA dari seekor kuda dengan DNA dari paus bertanduk (narwhal). Maka, jadilah Unicorn

Sementara, untuk ‘membuat’ Pegasus mungkin agak susah. Burung dengan rentang sayap terlebar di dunia adalah Albatross Pengembara dengan rentang hampir 4 meter.

Sayangnya, rentang sayap ini sepertinya masih belum cukup untuk menerbangkan seekor kuda. Dan sepertinya akan kurang keren melihat kuda dengan sayap albatross.

Jadi, untuk ‘membuat’ Pegasus, kita harus terlebih dahulu ‘membuat’ elang dengan rentang sayap yang lebar dan baru kemudian digabungkan dengan DNA kuda.

Kesimpulan

Kesimpulannya, walau para ilmuwan optimis bisa ‘membangkitkan kembali’ dinosaurus purba, tapi perjalanan menuju dunia seperti dalam film Jurassic Park terbilang masih jauh.

Para ilmuwan bisa saja mengklaim seekor ayam tak berbulu dengan paruh bergigi sebagai ‘dinosaurus’. Secara ilmiah mungkin benar bahwa itu adalah ‘dinosaurus’, tapi bukan sesuatu yang sering kita bayangkan.

Tapi, bisa saja pendapat saya salah dan dalam lima tahun, kita akan berperang melawan sekawanan T-Rex yang bersarang di Gelora Bung Karno.


Author

Blogger paruh waktu yang sedang banyak belajar tentang SEO dan Digital Marketing. Kadang menulis cerita bertema science-fiction dan historical-fiction.

Write A Comment