Cerita Sang Naga : Menetas

Ras naga sudah punah 100 tahun yang lalu, manusia akhirnya memiliki waktu untuk menambah jumlah mereka sekaligus membangun peradabannya. Sayangnya, hal itu tampaknya hanya akan berlangsung selama 100 tahun saja. Jauh di dalam perut bumi, sebutir telur naga yang terlupakan  kini bangkit karena gempa bumi.

Telur naga memiliki cangkang yang sangat tebal dan keras hingga tidak akan rusak oleh panas bumi sekalipun. Telur ini keluar ke permukaan bumi bersamaan dengan meletusnya Gunung Olympus. Tidak ada satupun manusia yang menyadari bahaya yang akan segera menimpa mereka.

dragon egg

Seekor naga membutuhkan waktu sekitar 25 tahun untuk bisa menetas, tapi karena panas dari letusan Gunung Olympus, telur naga ini menetas hanya dalam waktu 3 bulan. Seekor naga bersisik perak dengan mata merah menyala akhirnya keluar. Ukurannya tidak begitu besar, hanya sebesar buaya air asin Australia dan belum memiliki sayap.

Naluri naganya membawanya menjauhi tempat terbuka dan mencari gua. Letusan gunung membuat para manusia menjauhi tempat tersebut, jadi sang bayi naga bisa mencari gua dengan aman.

Naga adalah makhluk dengan energi kehidupan dan kesadaran yang sangat tinggi, sang bayi naga memiliki naluri untuk mencari gua setelah menetas bukan untuk berlindung tapi untuk mengembalikan energi kehidupan dan kesadarannya.

cave in forest

“Akhirnya kau menetas juga, wahai anakku.” terdengar suara di dalam kepala sang bayi naga.

“Siapakah engkau dan siapakah aku?”

“Aku adalah indukmu, Axura, sang naga besi bermata emas. Sedangkan kau adalah anakku, Druxa, naga perak bermata merah.”

“Ras naga sudah punah 100 tahun yang lalu, tapi tidak benar-benar punah. Kami ras naga menyembunyikan 6 butir telur terpilih, 2 pejantan dan 4 betina.” Axura menambahkan.

“Kau, anakku, adalah telur terakhir yang menetas. Lima naga lainnya sudah menetas dan mulai mencari satu sama lain. Kini, tugasmu untuk menemukan mereka dan mengembalikan kejayaan ras naga.”

“Tapi, aku tidak tau caranya… Aku belum mengetahui apapun tentang dunia ini.” kata Druxa cemas.

“Tenang dan berkonsentrasilah, para leluhur akan membimbingmu seperti para pendahulumu.”

Selama 12 tahun, Druxa berdiam di gua itu, mengumpulkan energi kehidupan sekaligus meningkatkan kesadarannya. Saat dia keluar, sisiknya sudah menebal, sayap reptilnya sudah tumbuh, gigi dan cakarnya sudah menajam dan dia meraung untuk pertama kalinya, menandakan bahwa Druxa, sang naga perak bermata merah sudah bangun.

Related Incoming Search Term: