Dearryk Theory

Pada 27 Agustus 2010, saya menulis dan menerbitkan sebuah tulisan berjudul “Dearryk Theory” di blog saya yang waktu itu masih beralamat di dearryk.blogspot.com. Isi tulisan tersebut sebenarnya sederhana, yaitu bagaimana band asal Amerika Serikat, Linkin Park berhasil menginspirasi saya, bahkan sampai hari ini. Mereka mengajarkan saya bahwa karya yang baik memang akan selalu ditunggu. Bahkan pada tulisan tersebut saya menulis,

Karya tanpa penampilan, BIASA. Penampilan tanpa karya, PERCUMA. Karya ditambah penampilan, LUAR BIASA.

Jika melihat kembali ke belakang, saya pertama kali membuat akun di Blogger.com, atau bisa disebut memulai menjadi seorang blogger pada suatu hari di bulan Juli 2007, mungkin sekitar pertengahan bulan. Hal itu saya ketahui karena pada bulan tersebutlah blog dearryk.blogspot.com mendapat 450 pageviews sementara pada Juni 2007, jumlah pageviews-nya masih 0.

Pada Agustus 2008, setelah bergonta-ganti banyak subdomain, saya memutuskan untuk berganti sekali lagi. Inspirasi nama datang saat saya sedang mencari blog saya sendiri di Google. Muncul nama “dearryk” yang selalu saya gunakan saat berkomentar dimanapun. Pada akhirnya, saya memutuskan bahwa nama tersebutlah yang akan saya pakai.

Dearryk sendiri merupakan versi alay dari nama panggilan saya, de arik, “de” berasal dari nama “Gede” yang menandakan saya merupakan anak pertama. Sebenarnya, saya bisa saja mengubahnya menjadi “dearik” dan mengubah domain menjadi dearik.com, tapi nama tersebut sudah meninggalkan terlalu banyak kenangan.

Pada September 2009, saya berhasil menuliskan 100 tulisan di blog tersebut. Hal itu menandakan bahwa selama setahun, saya tidaklah rutin menulis. Setelah tulisan tersebut, saya jadi lebih rajin menulis walau lebih banyak merupakan tulisan tidak penting dan sebatas curhat.

Januari 2010, saya menghapus hampir 300 artikel dari blog tersebut dengan tujuan mengubah citra dari blog ‘iseng’ menjadi sebuah blog yang lebih serius. Ternyata hal tersebut tepat, karena beberapa tahun kemudian, Google menerapkan algoritma Google Panda yang memberikan peringkat buruk pada web/blog yang memiliki kualitas konten buruk atau poor content.

Setahun kemudian, blog ini mulai berubah haluan dari blog pribadi menjadi sebuah blog yang lebih ditujukan untuk umum dan bisa dibaca siapa saja. Kontennya mulai berubah ke arah berita dan feature. Pelan-pelan blog ini mulai menemukan arahnya walau kadang masih berisi opini pribadi saya.

Pada 8 Februari 2012, domain dearryk.com akhirnya benar-benar menjadi milik saya sampai hari itu. Menandakan keseriusan saya menjadi seorang blogger ke depannya. Orientasi pun mulai berubah, dari “sekedar menulis” menjadi menulis disertai mendapatkan tambahan uang jajan. Bagaimana tidak, saya harus memperpanjang domain tersebut setiap 365 hari.

Tahun 2014 merupakan perubahan paling besar dan cepat dalam hidup saya sebagai seorang blogger. Pada Mei 2014, saya mulai dengan menyewa sebuah web hosting “paket pelajar” dari Bali Orange Communication (BOC) dengan kapasitas 100 MB dilanjutkan dengan membeli sebuah theme berbayar untuk pertama kali.

Sayangnya, kapasitas tersebut ternyata tidaklah besar. Sampai saat ini saya sudah berkali-kali berganti hosting (karena menemukan yang lebih murah) dan sering kali melakukan upgrade (karena kekurangan space).

Juli 2014, agar keinginan untuk benar-benar memisahkan antara opini pribadi dengan blog utama, saya membuat satu blog lagi yang isinya benar-benar hanya opini pribadi yang beralamat di arikurniawan.net

Pada November 2014, saya melakukan sesuatu yang sebenarnya ‘kecil’ namun fundamental yaitu mengganti logo. Logo yang bisa dilihat sebagai favicon dari blog ini dan beberapa post tentang perjalanan blog ini.

Hari sial akhirnya datang pada Agustus 2015, dimana saya secara tidak sengaja malah mengimpor semua gambar eksternal di blog ini menuju ke web hosting, membuat hosting kehabisan kapasitas. Hal buruk lainnya saya tidak sengaja lakukan saat menghapus hampir seluruh gambar sebelum 2015, membuat banyak konten kehilangan gambarnya.

Akhirnya, saya memutuskan sesuatu yang berdampak cukup besar, yaitu kembali menghapus hampir 400 tulisan di blog ini seperti yang saya lakukan pada 2010 lalu. Hal ini sekalian mengecek kembali mana post yang sudah tidak relevan lagi dan kenapa host saya begitu cepat kehabisan kapasitasnya.

Setelah berjuang selama kurang lebih 3 hari memperbaiki semua kesalahan tersebut ditambah memperbaiki beberapa hal, akhirnya bersamaan dengan peringakatan 70 tahun Indonesia Merdeka, saya bisa menyebutnya sebagai Dearryk 2.0.

Tahun 2017, saya memutuskan sesuatu yang lebih besar yaitu mempensiunkan “dearryk” dan melakukan rebranding sebagai Kawista.id. Tujuannya? Jejak “dearryk” di dunia maya sangat kental dengan saya sebagai pribadi, dan menjadikannya sebagai sesuatu yang lebih besar dan profesional tentu akan lebih sulit jika brand tersebut masih tersangkut pada saya sebagai pribadi.

Terhitung sejak Maret 2018, domain dearryk.com bukan lagi milik saya.