Serunya Final VIPL Season 2

Sebagai salah satu pemain Vainglory, tentu saya tidak mau ketinggalan untuk menonton pertandingan final dari liga internasional game ini atau dikenal sebagai Vainglory International Premier League (VIPL) pada Minggu, 10 Januari 2016 lalu. Liga ini sudah memasuki season keduanya, dimana season pertama dimenangkan oleh tim jagoan saya asal Amerika Utara, GankStars.

GankStar VIPL S1
GankStars saat juara pada season perdana

Yah, sayangnya, pada season kedua ini GankStars harus kalah di Semi-Finals dari tim Amerika Utara lainnya, yang juga merupakan juara kompetisi Vainglory di Amerika Utara, Ardent Alliance. Maka, pertandingan final pun akhirnya mempertemukan antara Ardent dengan Invincible Armada, tim asal Korea yang merupakan juara kompetisi internasional pertama Vainglory (bukan liga) dan semi-finalis VIPL tahun lalu.

Saya sebenarnya agak telat menonton beberapa menit dan tidak ingat hero mana saja yang dipakai oleh kedua tim. Berikut ini beberapa hal yang saya ingat :

Pertandingan 1

Pertandingan pertama terbilang cukup ‘membosankan’, kedua tim bermain aman dan hampir tidak ada kill sampai menit ke-15. Namun, semua mulai berubah ketika Kraken akhirnya muncul dan team battle dimulai. Yah, sayangnya, setelah Ardent berhasil mendapat Ace (membunuh ketiga hero musuh) pertama, pertandingan selesai.

Yap, setelah 15 menit pertandingan yang membosankan, dengan sekali sentakan, Ardent berhasil menghancurkan 5 turrets (tower) sekaligus dan memenangkan pertandingan pertama.

Pertandingan 2

Pada pertandingan kedua, banyak penonton kecewa dengan hero yang dipilih oleh Invincible Armada, terutama saat salah satunya adalah Phinn yang notabene dianggap hero yang lemah. Pertandingan kedua berjalan jauh lebih seru dari yang pertama, tapi entah bagaimana, Invincible Armada berhasil menguasai pertandingan.

Momen yang paling diingat adalah ketika hero Ardent yang sudah terpojok berusaha lari dari kejaran ketiga hero Invincible Armada, disinilah Phinn muncul sebagai game-changer dan dengan hook yang dimilikinya menarik hero yang kabur tersebut untuk ‘dibantai’. Pertandingan kedua pun menjadi miliki Invincible Armada

Pertandingan 3

Pertandingan ketiga berjalan cukup menarik, hal ini karena dilakukannya blind-pick, dimana kedua tim tidak bisa mengetahui hero mana yang dipilih tim lawan, selain itu tidak ada sistem banned. Hasilnya, komposisi hero dari kedua tim sama yaitu Skye, Kestrel dan Ardan.

Penonton beranggapan bahwa tim mana yang lebih bisa ‘memakai’ Kestrel dan melakukan farming lebih banyak dengan Skye akan menang. Ya, semua berlangsung secara demikian awalnya. Beberapa kill terjadi karena tembakan jitu dari Kestrel baik dari tim Ardent maupun Invincible Armada.

Hal menarik terjadi saat perebutan Kraken pertama, saat Invicible Armada sedikit lagi mengklaim Kraken, Ardan dari tim Ardent tiba-tiba datang dan melakukan last-hit. Jadilah Kraken pertama jatuh ke tangan Ardent. Ardent berusaha menyerang ke markas Invicible Armada, namun justru ketiganya dibantai dan menghasilkan Ace untuk Invincible Armada.

Sayangnya, waktu tersebut tidak cukup bagi Invincible Armada untuk melakukan push cukup jauh menuju markas Ardent. Kejadian menarik lainnya terjadi ketika Kraken kedua muncul.

Kraken awalnya diinisiatif oleh Ardent, namun Invincible Armada datang dan berusaha mencuri. Sayangnya, usaha pencurian tersebut justru membuat Ardan dan Kestrel dari Invincible Armada menjadi korban. Namun, Skye mereka berhasil mencuri Kraken namun akhirnya harus terbunuh dan menghasilkan Ace untuk Ardent.

Ace inilah yang dimanfaatkan Ardent untuk melakukan push ke markas Invincible Armada dan memenangkan pertandingan ketiga.

Dengan hasil ini, Invincible Armada kembali gagal menjadi juara VIPL dan juara VIPL masih dipegang oleh tim dari Amerika Utara, yah walaupun tim itu bukan jagoan saya.