Final VIPL Season 3, Penentuan Tim Terbaik

Final Vainglory International Premiere League (VIPL) Season 3 merupakan sesuatu yang sangat menarik. Mempertemukan 2 tim asal Korea Selatan yaitu Invincible Armada (INV) dan Hack. Final ini memutus tradisi server North America (NA) sebagai pemegang juara 2 season berturut-turut, juga menjadi ajang pembuktian, mana tim terbaik di Korea Selatan, sekaligus di server East Asia (EA) dan tentu saja di level dunia.

Keduanya memastikan diri bertemu di final setelah mengalahkan lawan-lawan yang cukup berat. INV berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Team GL dari Jepang yang pernah mengalahkan mereka di babak grup. Sementara, Hack merupakan tim kuda hitam yang mencatatkan 100% win rate sejak babak grup hingga semifinal. Bahkan di semifinal, mereka mengalahkan juara VIPL season 1, GankStars secara mengejutkan.

INV memiliki misi untuk merebut “mahkota” yang sudah lepas dari genggaman mereka selama 2 season terakhir, sementara Hack memiliki misi untuk menuliskan sejarah sebagai tim yang mencatatkan 100% win rate di VIPL sekaligus membuat INV gagal menjadi juara untuk ketiga kalinya.

Pertandingan 1

Pertandingan pertama, INV melakukan banned pada Adagio sementara Hack mem-ban Skye. Invincible Armada memainkan Celeste (lane), Krul (jungle) dan Phinn (roam) sementara Hack memainkan Skaarf (lane), Petal (jungle) dan Fortress. Diawal-awal game, INV menderita banyak kekalahan dalam team fight karena kombinasi Petal + Fortress yang memang sangat kuat di early game.

Namun, INV berhasil menahan laju Hack sambil terus melakukan farming. Setelah Kraken muncul (menit 15), INV sudah siap untuk melepaskannya. SensePlay dari tim Hack yang memainkan Fortress berusaha merebut Kraken, karena selama VIPL 3 dia dikenal sebagai “Kraken Stealer” tapi usahanya gagal.

INV melakukan push bersama Kraken, di base Hack terjadi pertarungan sengit antara kedua tim. Dimulai oleh ulti dari Phinn namun berhasil di block dengan Reflex Block oleh Hack, namun setelah itu diikuti oleh ulti dari Krul dan Celeste. Dengan demikian, pertandingan pertama menjadi miliki Invincible Armada.

Pertandingan 2

Pertandingan kedua, Hack melakukan ban pada Krul sementara INV melakukan ban pada Petal. Invincible Armada memainkan Adagio (lane), Blackfeather (jungle) dan Phinn (roam) sementara Hack memainkan Skye (lane), Glaive (jungle) dan Ardan (roam). Pertandingan kedua berbeda jauh dengan pertandingan pertama karena sejak awal INV sudah sangat mendominasi.

Blackfeather yang dimainkan oleh Mango di tim INV begitu “licin” tapi juga begitu “nempel” dengan sasarannya. Sejak early game, Hack sudah kesulitan untuk melumpuhkan INV. Hampir setiap team fight dimenangkan oleh INV dan diantara kekacauan yang terjadi saat team fight, Blackfeather menjadi yang paling sulit untuk dilumpuhkan.¬†Bahkan ulti Ardan + ulti Skye belum cukup untuk melumpuhkannya.

Pertandingan kedua berlangsung singkat, bahkan sebelum Kraken muncul. Di menit ke-14, INV mendapat Ace dan melaju langsung ke base Hack untuk mengklaim mahkota VIPL 3 mereka.

Note : Final VIPL kali ini sedikit membosankan karena hanya berlangsung 2 babak, apalagi di babak kedua, Hack seperti ketakutan untuk memulai team fight melawan INV. Vainglory Spring Live Champhionship di Hollywood yang berakhir beberapa menit sebelum final VIPL dimulai terasa lebih seru.