Flores, Bunga Cantik di Tenggara Indonesia

Flores dalam Bahasa Portugis berarti “Bunga”, di dunia terdapat dua pulau dengan nama ini, satu berada di Portugal dan satu lagi berada di Indonesia. Tidak seperti kebanyakan kepulauan di Indonesia yang mendapatkan namanya dari masa kerajaan di Indonesia, Flores mendapatkan namanya dari bangsa Portugis yang datang kesana pada abad ke-16.

Saya pribadi sangat ingin untuk berkunjung ke Flores, mengunjungi tempat-tempat wisatanya yang menarik, mencicipi makanan khasnya dan merasakan keramahan masyarakatnya. Berikut ini adalah daftar hal yang akan saya lakukan jika berkunjung kesana.

Mencuci Mata di Labuan Bajo

Mungkin akan terdengar aneh karena alasan menjadikan Labuan Bajo sebagai hal pertama dalam daftar ini karena saya menyukai kapal pinisi. Labuan Bajo adalah salah satu tempat dimana kita bisa menikmati banyak kapal pinisi berseliweran dari atas bukit dengan latar belakang air laut yang jernis dan pulau karang. Bagi penyuka kapal pinisi seperti saya, hal seperti itu tidak bisa dinilai dengan apapun.

Alasan lain menjadikan Labuan Bajo sebagai hal pertama dalam daftar ini adalah karena hal kedua dalam daftar ini, yaitu menyapa langsung cicak terbesar di dunia, Komodo.

Menyapa Cicak Terbesar di Dunia

Walau sebenarnya lebih “dekat” dengan biawak dibandingkan cicak, tapi tetap saja Komodo bagi saya punya kemiripan dengan cicak, tokek dan sebangsanya. Komodo sampai saat ini adalah salah satu hewan terkaya di dunia, selain hanya tersedia eksklusif di Indonesia, binatang ini juga memiliki pulau pribadi bernama Pulau Komodo.

Sejak kecil, saya sudah sering melihat Komodo tapi hanya sebatas dari balik layar kaca atau dari balik kandang. Sesekali, saya ingin mengunjungi si cicak raksasanya dan menyapa dia di rumahnya langsung. Mungkin akan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sedikit menegangkan jika sampai harus balapan lari dengan dia.

Makan Se’i, Segala Jenis Seafood dan Minum Moke

Se’i merupakan daging asap, biasanya memakai daging sapi atau babi bahkan kabarnya kini ikan pun sudah ada yang diolah dengan teknik yang sama. Mungkin terdengar “biasa” bagi beberapa orang, tapi menikmati makanan khas sebuah daerah langsung di daerah asalnya tidak pernah memberikan sensasi dan rasa yang biasa. Lalu, kenapa seafood?

Flores merupakan salah satu tempat dimana segala jenis ikan-ikanan masih lebih “bersih” dibandingkan daerah lain, jadi tentu saja rasa segar seafoodnya akan lebih terasa. Walau sebenarnya saya pribadi alergi terhadap seafood, tapi saya tidak akan menolak jika bisa makan ikan bakar.

Terakhir adalah moke, berasal dari nira pohon lontar atau enau. Minuman ini merupakan khas dari Flores, kabarnya sih rasanya manis, ada yang beralkohol namun ada pula yang tidak beralkohol. Entah informasi mana yang tepat, tapi saya rasa hal itu bukan halangan bagi saya untuk mencicipinya.

Duduk santai diatas bukit menikmati matahari terbenam, ditemani sebotol moke, sepiring se’i dan seekor komodo. What a time to be alive!