5 Harapan Saya untuk Game Skull and Bones

Pada ajang E3 2017 lalu, salah satu game yang paling menarik perhatian saya pribadi adalah sebuah game bertema bajak laut berjudul Skull and Bones dari Ubisoft.

Skull and Bones dibuat oleh Ubisoft Singapore bekerjasama dengan Blue Byte dan Chengdu. Apapun yang dikatakan oleh developernya dan Ubisoft, game ini sudah sangat jelas ingin meneruskan kesuksesan dari perang kapal layar di game Assassin’s Creed Black Flag.

5 Harapan Saya untuk Game Skull and Bones 1

Kenapa saya menganggap game ini istimewa?

  1. Saya pribadi memang suka dengan apa yang ditawarkan oleh game ini yaitu kapal layar dan bajak laut.
  2. Saya memainkan AC Black Flag dan apapun kata kritikus, saya menyukai game tersebut dan hal-hal yang ditawarkan termasuk bagaimana pertarungan dengan kapal layar yang ditawarkan.

Skull and Bones akan memiliki fokus utama pada sisi multiplayer, namun masih memberi kesempatan para pemain pada permainan solo, mungkin seperti game lainnya dari Ubisoft yaitu For Honor.

Developernya juga mengatakan bahwa laut adalah bagian yang sangat dinamis pada game ini, saya sih belum yakin apa maksudnya, tapi semoga sesuatu yang baik.

Nah, berikut ini beberapa harapan saya untuk Skull and Bones :

5 Harapan Saya untuk Game Skull and Bones 2

Lautan yang Dinamis

Saya ingin fokus pada apa yang dikatakan developernya soal lautan. Jika melihat pada Black Flag, lautnya sudah cukup menarik, ada event, ada harta karun, ada ikan dan bahkan badai.

Saya harap semua itu setidaknya bisa dibawa ke Skull and Bones dan akan memberi pengaruh besar pada permainan.

Angin dan ombak juga menjadi bagian penting di AC Black Flag dan saya berharap dua elemen itu akan mempengaruhi permainan di game ini.

Kustomisasi yang ‘Kotor’

Dalam imajinasi saya, kapal bajak laut tidak seharusnya ‘bersih’ dan haruslah cenderung terlihat kurang terawat dan ‘kotor’ mirip seperti Black Pearl milik Jack Sparrow dalam Pirates of the Caribbean.

Jika berkaca pada For Honor lagi, kustomisasi yang ditawarkan oleh Ubisoft sepertinya akan cukup menarik dan membuat setiap kapal bisa terlihat unik dan berbeda.

5 Harapan Saya untuk Game Skull and Bones 3

Roaming

Skull and Bones mengatakan bahwa mereka adalah tipikal “shared open world” yang artinya tindakan yang dilakukan seorang pemain, misalnya membajak kapal dagang di suatu perairan, akan membuat sebuah dampak pada pemain lain.

Saya sih masih belum yakin apa artinya, apakah ketika saya membajak kapal dan mendapat banyak harta, lalu bisa tiba-tiba muncul kapal-kapal bajak laut lain yang ingin mengambilnya.

Berkaca dari game-game lain buatan Ubisoft, hal tersebut sangat mungkin bisa terjadi.

Tapi mengingat bahwa game ini memberikan kesempatan untuk solo player, saya punya harapan semoga bisa menjelajah sesuka hati di game ini untuk mencari One Piece.

Tahan Lama

Oke, ini adalah puncak permasalahannya. Saya punya harapan besar bahwa Ubisoft berlajar banyak dari ‘kegagalan’ For Honor (sebenarnya tidak bisa dibilang gagal sih, mengingat keuntungan yang didapat dari game ini).

Tapi, per Juni 2017, sekitar 4 bulan sejak perilisannya, 95%, tulis ulang, 95% pemain di Steam tidak memainkan For Honor lagi.

Saya tidak tau data pemainnya di konsol, tapi angka 95% bahkan jauh lebih besar dari The Division, yaitu 93%. Lalu, apa masalahnya?

Matchmaking yang lama

Rainbow Six : Siege dan For Honor memakai jenis koneksi peer-to-peer ini, dan hasilnya matchmaking berlangsung lama, dan jenis koneksi ini sebenarnya kurang bagus untuk competitive multiplayer.

Rainbow Six Siege sudah mengganti jenis koneksi multiplayer mereka dan hasilnya? Jumlah pemainnya bertambah! Bahkan game ini seakan hidup kembali.

Tidak Balance / Pay-to-Win

For Honor khususnya dianggap sebagai game yang Pay-to-Win, hal ini terjadi karena gear yang didapat dengan membayar punya statistik yang sangat unggul daripada gear yang bisa didapatkan secara gratis karena bermain. Hal semacam ini akan sangat mudah merusak ekosistem game competitive multiplayer.

Balancing juga menjadi bagian penting dari game-game competitive multiplayer, ketika sebuah karakter atau gaya bertarung jauh lebih unggul dibanding karakter atau gaya bertarung lain, tentu tidak akan menyenangkan bagi salah satu pemain.

5 Harapan Saya untuk Game Skull and Bones 4

Diterima sebagai Beta Tester.

Saya punya harapan besar pada game ini karena kesukaan pribadi saya pada kapal layar dan bajak laut, jadi saya ingin melihat game ini lebih dulu dari orang lain dan bahkan kalau bisa memberikan masukan.

Beta Phase menjadi salah satu cara yang bisa saya lakukan walau sepertinya harus menunggu hingga beberapa waktu ke depan, karena game ini direncanakan rilis pada Musim Gugur 2018 atau setelah itu.

Leave a Reply