Jangan Update Blog Terlalu Sering

Ketika sedang mencari tips bagaimana meningkatkan trafik ke blog kita, maka salah satu tips yang sering diberikan adalah “update blog secara rutin“. Tapi, banyak yang belum tahu kalau mengupdate blog terlalu sering bisa berdampak buruk bagi trafik blog kita dalam jangka panjang. Dalam artikel ini, saya akan membahas alasan mengapa sebaiknya kita tidak mempublikasikan konten baru terlalu sering.

Sulit untuk Mempublikasikan Konten Baru (dan Bagus) Setiap Hari

menulis blog

Mempublikasikan konten baru setiap hari memang memberikan impresi bahwa blog kita terurus dengan baik serta kita sebagai blogger memiliki banyak ide dan kosistensi dalam menulis. Tapi, menulis sesuatu yang berkualitas setiap hari itu sulit.

Tulisan yang baik selalu dimulai dengan riset terhadap topik yang ingin ditulis, dilanjutkan dengan pembuatan draft, lanjut ke proses editing, kemudian diselesaikan dengan pemberian judul dan gambar pendukung yang menarik. Keseluruhan proses menulis tersebut, bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan setiap hari.

Dengan algoritma Google RankBrain, mesin pencari umumnya lebih memfavoritkan konten berkualitas baik dengan jumlah kata lebih dari 600 kata. Jadi, daripada mempublikasi konten baru setiap hari, gunakan waktu yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas konten dengan cara memperbaiki typo, penggunaan kata dan memadatkan isi dari konten tersebut.

Rata-rata hanya 20% Konten yang Menghasilkan Sebagian Besar Trafik ke Blog

Trafik blog

Memang benar, meningkatnya jumlah konten umumnya berbanding lurus dengan meningkatnya trafik ke blog kita. Sayangnya, trafik ini biasanya hanya bersifat sementara dan ketika tren trafik ini menurun, pilihan blogger hanya dua yaitu membuat lebih banyak konten lagi atau berhenti melakukannya.

Rata-rata, hanya 20% konten dari sebuah blog yang menghasilkan 50-80% trafik untuk web tersebut. Ambil contoh dari blog ini saja, dari lebih 400 artikel yang sudah diterbitkan, mayoritas trafik untuk blog ini hanya dihasilkan oleh beberapa artikel pilar saja, sementara banyak artikel yang tidak menghasilkan trafik sama sekali.

Jadi, kembali saya ingatkan, daripada membuang waktu, tenaga dan pikiran untuk mengupdate blog sesering mungkin. Gunakanlah sumber daya tersebut untuk menulis konten yang lebih berkualitas dan mempromosikan konten tersebut hingga bisa menghasilkan trafik.

‘Konten Abadi’ Lebih Mudah Dirawat dan Lebih Menjanjikan

Konten Abadi

Istilah “konten abadi” adalah tipikal konten yang akan terus-menerus dicari oleh orang. Misalnya konten seperti 4 tempat download jurnal internasional gratis¬† yang ada di blog ini tergolong dalam kategori tersebut. Artinya konten-konten ini akan selalu dicari oleh mereka yang memerlukan jurnal internasional di tahun ini, tahun depan maupun tahun tahun berikut.

‘Konten abadi’ umumnya memiliki bentuk berupa tutorial, list (terbaik, termurah, tercantik dll), profil seseorang (perusahaan), definisi sesuatu dan banyak lagi. Dibandingkan konten berbentuk berita, konten semacam ini lebih menjanjikan trafik dan mudah dalam dirawat. Misalnya kita menulis konten dengan judul “15 HP Samsung Terbaik di 2018” yang menargetkan kata kunci “HP Samsung”. Jika konten ini menghasilkan trafik yang bagus, maka di tahun berikutnya tinggal ganti judul, meta description dan berikan¬† update pada konten tersebut.

Hasil pencarian HP Samsung vs Samsung Galaxy S7

Bandingkan dengan konten di situs berita yang terupdate setiap hari. Tahun 2016 lalu, jumlah orang yang mencari berita seputar “Samsung Galaxy S7” memang meningkat tajam. Tapi dalam 2 tahun saja, jumlahnya menurun drastis. Bandingkan dengan jumlah pencarian kata kunci “HP Samsung” yang masih terus tinggi.

Jadi, lagi dan lagi saya ingatkan, bahwa lebih baik mengalokasikan waktu, pikiran dan tenaga untuk membuat konten yang berkualitas, dalam bentuk konten abadi dan menghabiskan lebih banyak sumber daya untuk mempromosikan konten tersebut dibandingkan untuk sekedar menuliskan lebih banyak konten.

Website Berita pun Tersandung karena Konten Berita

Website berita, apalagi yang sudah dikenali oleh Google dan termasuk dalam Google News memang mendapat tempat khusus ketika kita mencari berita terbaru. Tapi, pernah tidak memperhatikan bahwa website berita pun terkadang mempublikasikan konten lain selain berita.

Saya gunakan Detik-inet sebagai contoh, selain mempublikasikan berita-berita terbaru seputar teknologi, mereka juga sering mempublikasikan konten seperti “Kumpulan Doodle Ulang Tahun Google” yang sebenarnya hanya merupakan konten ‘daur-ulang’ dari konten mereka tahun lalu.

Kenapa situs berita melakukan ini?

Feature

Dalam dunia jurnalistik, ada yang disebut sebagai Berita Khas atau Berita Kisah, bahasa kerennya sering disebut sebagai Feature. Fungsi feature ini biasanya bersifat sebagai ‘pelengkap’ untuk berita utama. Misalnya, saat ada berita tentang bencana alam di suatu daerah, umumnya wartawan juga akan mencari kisah-kisah orang yang mengalaminya atau orang yang datang sebagai relawan. Feature memberi perspektif lain dari suatu berita utama dan lebih berfokus dalam sudut pandang kita sebagai manusia.

Sumber Trafik Tambahan

Sama seperti situs lainnya di internet, situs berita pun memerlukan trafik. Berita terkini memang menjadi sajian utama dari sebuah situs berita seperti Kompas, Detik dan CNN. Tapi, jika hanya bergantung pada berita, maka trafik mereka akan cenderung fluktuatif dan sangat bergantung pada berita apa yang diberitakan. Hal ini tentu tidak baik, karena bisa berdampak pada berita jenis apa saja yang diterbitkan sebuah situs berita.

Pada akhirnya, website berita juga memerlukan feature untuk menghasilkan trafik tambahan pada website mereka sehingga tidak 100% bergantung pada berita-berita terkini saja. Feature yang baik juga membuka peluang untuk menjadi viral di sosial media dan itu menjadi sebuah nilai tambah.

Kesimpulan

Blogger

Di akhir tulisan ini, saya ingin memberi kesimpulan bahwa blogger tidak harus meniru situs berita yang menerbitkan konten baru setiap hari. Situs berita itu dikelola secara profesional, punya banyak penulis dan divisi lain. Sebagai seorang blogger, kita harusnya fokus dalam memberikan konten yang berkualitas dan bermanfaat bagi banyak orang, konten yang ditulis dengan sentuhan pribadi dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempromosikan konten tersebut hingga bisa menjangkau lebih banyak orang.

Daripada menghabiskan waktu dan tenaga untuk menulis 7 artikel dalam seminggu, gunakanlah 2 hari untuk riset, 1 hari untuk menulis, 1 hari untuk editing dan 3 hari untuk melakukan promosi. Jika dilakukan dengan baik, maka satu artikel yang dihasilkan dalam satu minggu pada akhirnya akan mendapatkan trafik melebihi 7 artikel yang dipublikasikan setiap hari selama satu minggu.