Kala Benoa, Film Dokumenter Tentang Reklamasi Teluk Benoa

Selama 2 tahun terakhir, isu Reklamasi Teluk Benoa adalah salah satu isu paling hangat di Bali. Teluk Benoa sendiri adalah sebuah teluk di bagian tenggara Bali, letaknya sendiri sangat strategis, karena dekat kemana-mana (contoh : Bandara), apalagi dengan dibangunnya Jalan Tol Diatas Perairan.

Teluk ini bukan sembarang teluk, FYI saja, teluk ini adalah muara dari 5 sungai yang mengalir di daerah Denpasar dan Badung (Bali Selatan). Ya, sayangnya, semakin tahun teluk ini kabarnya sih semakin dangkal, jadi tidak heran kalau sekarang banyak daerah di sekitarnya yang kebanjiran.

Di kawasan Benoa juga terdapat sebuah pulau mungil bernama Pulau Pudut, dahulu luasnya sekitar 10 hektar namun karena sempat dikeruk dan juga pengaruh dari abrasi, luasnya sekarang sekitar 1 hektar saja. Padahal, pulau ini merupakan habitat alami penyu untuk betelur.

Reklamasi Teluk Benoa sendiri sampai saat ini masih mengalami pro-kontra. Mereka yang menolaknya sudah bersatu dan menyebut diri dengan gerakan “ForBALI”, gerakan yang dengan lantang dan mantap MENOLAK REKLAMASI. Kalian bisa melihat alasan, profil, data dan cara mendukung gerakan ini di website resminya : www.forbali.org

Sementara, mereka yang mendukungnya, entahlah, sebagai orang yang tinggal di Bali, saya melihat gerakan dukungan malah terkesan pasang surut. Dulu, saya pernah melihat ada baliho bertuliskan “ForBALI’s” dengan tulisan dukungan terhadap reklamasi. Kenapa namanya mirip dengan gerakan para penolak? Entah.

Belakangan kata “Reklamasi” yang terdengar jahat mulai diganti dengan kata “Revitalisasi”, apalagi ada fakta sejarah di masa pemerintahan Presiden Soeharto, di dekat kawasan Benoa, tepatnya di Pulau Serangan, pernah dilakukan reklamasi juga. Hasilnya? Pulau Serangan sekarang tandus karena proyek besar ini terhenti begitu saja, terumbu karang disana pun banyak yang mati. Warga lokal pun berusaha “menghidupkan kembali” Pulau Serangan dengan berbagai usaha.

Mungkin, banyak yang masih bingung, mau menolak atau mendukung reklamasi di Teluk Benoa kan? Saya tidak mau membeberkan berbagai fakta, data dan hasil studi yang pasti membosankan. Bagaimana kalau kita nonton saja?

kala benoa

Dalam rangkaian “Ekspedisi Indonesia Biru”, WatchdoC membuat sebuah film dokumenter tentang Reklamasi Teluk Benoa. Mereka mengambil berbagai sudut pandang mulai dari masyarakat Suku Bajo dan reklamasi ala mereka, pendapat pengusaha wisata hingga pendapat masyarakat Tenganan dan Lombok Timur.

Film dokumenter berjudul “Kala Benoa” berdurasi sekitar 50 menit itu bisa kamu tonton secara gratis di Youtube, mungkin itu cara mereka melakukan “perlawanan”. Setelah menontonnya, silakan tentukan, apakah kamu akan MENOLAK atau mendukung?

Related Incoming Search Term: