Kesan Bermain Game of Thrones Telltale

Game of Thrones merupakan salah satu serial TV Amerika Serikat yang punya basis penggemar suangat banyak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sayangnya, saya bukanlah salah satunya karena saya pribadi belum menonton satu episode pun dari serial tersebut.

Tapi, cerita ini tidak berawal dari sana. Cerita ini berawal dari sebuah game buatan Telltale yang kebetulan berhubungan erat dengan salah satu Game bergenre Shooter-RPG kesukaan saya, Borderlands. Gearbox Software bekerjasama dengan Telltale menghadirkan game berjudul Tales of The Borderlands yang bagi saya pribadi sebagai penggemar dan pemain Borderlands merupakan sebuah cara baru menikmati Pandora (latar lokasi Borderlands).

Setelah bermain Tales of The Borderlands, saya sempat mencoba Wolf Among Us yang juga buatan Telltale. Bagaimana saya bisa berakhir dengan Game of Thrones? Singkat cerita, saat Steam Autumn Sale beberapa waktu lalu, game tersebut didiskon sekitar 50% dan jadilah saya membelinya.

GOT Telltale

Review Game of Thrones Telltale

Secara garis besar, game ini merupakan game “paling besar” diantara game-game dari Telltale lain yang pernah saya mainkan. Saya belum mencoba The Walking Dead S1 maupun S2 dan Minecraft Story Mode, jadi mungkin saja pendapat saya ini salah.

Secara tempo permainan, game ini terbilang lambat jika dibandingkan dengan Wolf Among Us maupun Tales of The Borderlands. Setiap keputusan dan tindakan yang diambil, rata-rata memerlukan waktu untuk mendatangkan dampak. Bahkan beberapa keputusan dapat berdampak sangat besar pada keseluruhan permainan. Mungkin itulah yang membuat tempo dari game ini jadi lambat.

Jika di Wolf Among Us, kita hanya mengambil keputusan untuk diri sendiri, di Tales of The Borderlands keputusan diambil oleh 2 orang yang saling mempengaruhi maka Game of Thrones mengharuskan kita menjadi “banyak karakter” yang saling mempengaruhi hidup satu sama lainnya. Inilah penyebab saya menyebut game ini sebagai yang “paling besar”.

Game of Thrones Telltale berpusat pada cerita tentang sebuah keluarga bangsawan kecil bernama Forrester. Nah, karena saya bukan penggemar Game of Thrones, jadi saya harus bertanya pada teman yang mengerti. Oke, jadi dalam serialnya, Forrester ini hanya bagian kecil, mereka adalah salah satu keluarga bangsawan yang menjadi pendukung penguasa utara.

Cerita dalam gamenya dimulai saat peristiwa yang disebut sebagai “The Red Wedding”, jika sesuai dengan serialnya, kisah ini mungkin sekitar pada Season ke-3. Diawal, kita akan bermain sebagai seorang pemuda bernama Gared, dia adalah salah satu “abdi dalem” dari keluarga Forrester.

Selain Gared, kita juga akan mendapat kesempatan untuk bermain sebagai Mira, putri pertama keluarga Forrester. Selanjutnya, sesuai dengan tindakan dan keputusan yang dipilih. Siapa yang bisa kita mainkan tergantung pada keputusan yang dibuat sepanjang permainan, itulah yang membuat game-game dari Telltale sangat sulit untuk tidak dimainkan lebih dari sekali.

Apakah game ini cukup layak untuk dimainkan? Tergantung.

  • Kalau kamu penggemar sejati Game of Thrones, kayaknya sayang banget kalau tidak memainkan game ini.
  • Kalau kamu penggemar game-game buatan Telltale, masak sih tidak main game yang satu ini?
  • Kalau kamu pecinta game dengan narasi panjang dan cerita yang berkembang, rugi banget melewatkan game ini.

Tidak termasuk salah satunya? Kenapa tidak mencoba saja? 🙂