Kesan Bermain Star Wars : Battle Front Beta

Star Wars : Battle Front termasuk dalam daftar Game PC Paling Dinanti 2015 yang sempat saya tulis pada awal tahun ini. Alasan memilih game tersebutĀ tentu karena ada nama besar “Star Wars” dibaliknya yang sudah pasti memiliki basis penggemar lama maupun calon penggemar di seluruh dunia, saya penasaran bagaimana jika ada sebuah game berasal dari cerita yang mungkin sudah diketahui selama 3 generasi dalam sebuah keluarga. Apakah sang kakek juga akan ikut bermain?

Pada 8-12 Oktober 2015, EA berbaik hati melakukan open beta pada siapapun di seluruh dunia untuk bermain Star Wars : Battle Front. Tentu hal ini sangat menguntungkan bagi pihak developer, selain mempercepat mengetahui celah dan bug yang masih tersisa dalam game, open beta yang berjalan baik biasanya akan meningkatkan jumlah pre-order dan pembelian dari game tersebut.

Kebetulan ada teman yang mau menghabiskan waktu dan biayanya untuk mendownload game beta berukuran sekitar 10GB tersebut. šŸ˜€ Awalnya saya mau mendengar kesaksiannya saja, tapi semua berubah saat EA mengumumkan ada tambahan extra satu hari untuk menikmati open beta Star Wars : Battle Front.

Tentu saja tidak semua mode permainan dibuka dalam beta-nya, saya hanya sempat memainkan mode Drop Zone dan Walker Assult. Drop Zone adalah sebuah mode permain Capture the Flag (CTF) dalam game-game lain, kita ditugaskan merebut bendera atau dalam ini sebuah pod dan menjaganya hingga waktu yang ditentukan. Permainan dimenangkan oleh tim yang merebut 5 pod lebih dulu atau tim yang merebut pod terbanyak ketika waktu habis.

Mode permainan Walker Assult adalah yang cukup membuat saya senang. Mode ini adalah pertarungan 20 vs 20 antara Rebel dan Empire. Rebel bertugas mengaktifkan dan menjaga saluran komunikasi sebelum semuanya dihancurkan oleh pasukan Empire. Nah, tugas Empire adalah mencegah Rebel melaksanakan misinya sekaligus mengawal AT-AT mencapai tujuannya.

Dalam opini saya sebagai gamer kacangan, masih ada beberapa masalah pada Stars War : Battle Front, bukan dari segi grafik, karena harus diakui, di mode grafis paling rendah pun, game ini sangat mengangumkan. Masalah yang saya temui, lebih ke hal-hal kecil yang bisa menganggu keseruan bermain.

Respawn Acak

Saat bermain mode Drop Zone, saya harus akui bahwa saya bukan pemain FPS yang handal, jadi jumlah Death dua kali lipat dari Kill saya anggap biasa. Tapi, yang jadi masalah, beberapa dari Death tersebut tidak saya terima karena bertempur secara sengit, melainkan karena muncul lagi (respawn) di tempat yang salah.

Beberapa kali saya respawn tepat di depan bahkan ditengah-tengah tim musuh. Tentu saja, kurang dari 5 detik dan sebelum memberi perlawanan, saya sudah mati lagi. Atau, yang tidak kalah menjengkelkan adalah respawn terlalu jauh dari pod yang harusnya saya rebut, hasilnya, pod sudah berhasil direbut bahkan sebelum saya sampai disana.

Seharusnya sih, player bisa memilih dimana akan respawn. Memang sih kalau hanya bisa respawn di satu tempat, tempat tersebut sudah pasti menjadi sasaran empuk bagi musuh, ya setidaknya respawn di tempat yang cukup aman, yang penting jangan acaklah.

Mode Permainan Sebesar Walker Assult Harusnya Bisa Lebih Keren

Jujur, Walker Assult sangat keren pada awalnya. PADA AWALNYA. Waktu dimana AT-AT kehilangan pelindungnya dan seluruh tim Rebel memfokuskan serangan pada mereka, itu sesuatu yang sangat luar biasa. Tapi, setelah beberapa kali bermain, rasanya jadi monoton. Apalagi dengan respawn acak, terbunuhnya jadi lebih mudah lagi.

Memang sih dalam Assult Walker, setiap permain berkesempatan bisa menjadi pilot pesawat bahkan mengendalikanĀ AT-AT seperti yang sempat saya dapatkan SEKALI saat bermain versi betanya. Tapi, itu juga kurang seru dan lama-lama jadi monoton juga.

Kalau bisa sih, ada fitur bot, dimana kedua belah pihak bisa memanggil bala bantuan yang cukup menyulitkan pihak lawannya atau sekedar bot yang merupakan bagian dari lingkungan permainan yang bisa menyerang kedua belah pihak.

Atau, buat kendaraan-kendaraan darat bukan merupakan sebuah power-up. Tapi, sebuah kendaraan fisik yang bisa direbut dan bisa ditunggagi kedua belah pihak. Memang sih kesannya agak aneh dan menabrak pakem, tapi kayaknya hal itu akan lebih menyenangkan dari sekedar power-up. Jadi, daripada menghancurkan kendaraan musuh, kita punya pilihan untuk merebutnya dan memakainya melawan musuh.

Kendali Pesawat Susah

Kemarin, saat punya kesempatan untuk bermain sebagai pilot pesawat. Pesawat yang saya dapatkan hanya mengudara selama sekitar 7 detik, menembak entah kemana lalu hancur menabrak salju. Mungkin saya adalah pilot yang buruk, tapi pasti banyak yang setuju kalau kendali pesawatnya memang menyusahkan.

Oke, kayaknya cuma segitu saja artikel seputar kesan saya bermain Star Wars : Battle Front Beta. Saya sih berharap kalau pihak developer tidak terjebak dalam sindrom “Barang Pajangan” dimana barang yang pertama kali ditampilkan pada pelanggan (pajangan) jauh lebih baik daripada barang yang didapatkan pelanggan pada akhirnya. Semoga versi rilis dari game ini telah menutup lebih banyak celah dan menghadirkan permainan yang lebih seru lagi.