Kesan Bermain The Trail

Game-game yang memenuhi pasar perangkat mobile saat ini sudah semakin beragam, berbeda dengan 4 atau 5 tahun lalu dimana hanya genre-genre tertentu saja yang sangat kuat di mobile seperti endless runner, point & click dan city building. Kemarin (5 November 2016), secara kebetulan saya menemukan game Android yang terlihat cukup unik di jajaran “Game Terbaru” Play Store saya, judulnya The Trail.

Oke, kesan pertama saat saya melihat game ini adalah keanehan orientasi layarnya, apakah benar game bergenre simulasi dengan sedikit sentuhan dari genre God game ini dimainkan dalam posisi layar portrait?

Tapi setelah saya mainkan, ternyata orientasi layar ini dibuat agar para pemain bisa bermain secara lebih nyaman. Ditambah, pemain tetap bisa menikmati keindahan latar yang dihadirkan dengan melakukan swap sederhana ke arah kanan atau kiri layar.

Game ini didesain oleh Peter Molyneux, salah satu sesepuh game desainer dalam genre God game, karya-karya lawasnya seperti Theme Park dan Dungeon Keeper hingga seri Fable. Jujur saja, saya belum pernah menemukan game dengan konsep serupa dengan The Trail, baik di PC, konsol maupun mobile.

Jadi, diceritakan kita adalah seseorang yang datang ke “dunia baru” untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, perjalanan kita dimulai ketika tiba di tanah baru ini dan menemukan seorang pemandu yang akan membantu kita pada bagian awal perjalanan.

Inti dari permainan The TrailĀ adalah menjelajah, mengumpulkan barang, membuat peralatan dan barang-barang, berdagang dengan pemain lain dan membangun rumah dan kota Eden Falls. Nah, bicara tentang Eden Falls, saya mengira tujuan awal dari game ini hanya sekedar sampai di Eden Falls, tapi ternyata tidak.

Perjalanan untuk sampai ke Eden Falls pun bukanlah hal yang mudah, kuncinya adalah mengumpulkan benda-benda yang tepat untuk membuat barang yang tepat, di waktu yang tepat. Saya punya sedikit tips untuk memainkan The Trail hingga sampai di Eden Falls

  • Selalu sediakan bahan-bahan untuk membuat pakaian. Pakaian (topi, baju, celana dan sepatu) sangat penting pada The Trail. Topi punya potensi menambah jumlah energi maksimal yang dimiliki sementara sepatu punya potensi untuk meningkatkan kecepatan karakter. Baju dan celana berperan untuk mengurangi konsumsi energi yang diperlukan. Sehingga jika salah satunya tidak ada, maka sangat mungkin untuk kehabisan tenaga lebih cepat.
  • Makan sesering mungkin. Jangan makan hanya ketika energi akan benar-benar habis karena hal itu cukup berisiko. Dengan makan saat energi tinggal setengah misalnya, kita menyediakan tempat untuk makanan lain yang mungkin ditemukan berikutnya. Menyimpan terlalu banyak makanan berpotensi mengurangi ruang dalam tas untuk barang-barang lainnya.
  • Beli bahan, Jual Barang. Untuk urusan berdagang dengan pemain lain, jangan pernah (kecuali sangat terpaksa) untuk membeli barang jadi dari pemain lain, karena harganya cenderung tinggi. Sebaliknya, cobalah untuk membeli bahan-bahan kemudian menjual barang jadinya pada pemain lain untuk mendapatkan uang. Uang sangat penting untuk menyeberangi sungai (membayar kapal) yang biasanya cukup mahal. Jika sangat membutuhkan suatu barang, cobalah manfaatkan tonton iklan dalam permainan untuk mendapat barang yang diinginkan.

Sekian saja tips sederhana dari saya untuk bertahan hidup di The Trail, selamat bermain. Dan jika ada komentar, silakan sampaikan dibawah.

Related Incoming Search Term: