Masalembo NET.

Di luar negeri, ada daerah misterius yang disebut “Segitiga Bermuda” dimana terdapat kapal dan pesawat yang mengalami kecelakaan bahkan menghilang begitu saja di wilayah ini. Nah, di Indonesia, ada daerah serupa yang disebut sebagai “Segitiga Masalembo”. Ketiga titik segitiga ini adalah pulau Bawean, kota Majene dan kepulauan Tengah.

Kejadian pertama yang tercatat terjadi di daerah ini adalah terbakar dan karamnya kapal KM Tampomas II pada 27 Januari 1981. Lalu ada serangkaian kecelakaan lagi antara tahun 2006 – 2009, tapi yang paling diingat mungkin adalah kecelakaan pesawat Adam Air pada 1 Januari 2007.

Nah, kisah misteri tentang segitiga Masalembo ini diangkat ke dalam serial layar kaca dengan judul “Masalembo” oleh NET.

Tayangan Perdana Masalembo

Masalembo di NET. tayang perdana pada 30 Mei 2015. Karena ditayangkan oleh NET., banyak orang yang menaruh harapan cukup besar pada tayangan ini. Sayangnya, pada penayangan perdananya, kebanyakan merasa kecewa karena Masalembo belum sesuai perkiraan mereka (termasuk saya).

Walau kisah yang diangkat tidak seperti kebanyakan sinetron di Indonesia pada umumnya, tapi secara kualitas tidak terlalu berbeda dengan sinetron di Indonesia pada umumnya. Ini merupakan PR besar bagi tim produksi Masalembo. Bahkan, kekecewaan ini sempat menjadi Hot Thread di Kaskus.

Kemiripan dengan LOST

Pada tahun 2004-2010, ABC pernah menayangkan serial yang berjudul “LOST”, kisahnya tentang penerbangan dari Los Angeles menuju Sydney, lalu terjadi kecelakaan yang menyebabnya para penumpangnya terdampar di sebuah pulau tropis di Samudra Pasifik.

Yap, banyak orang yang menganggap bahwa “Masalembo” menjiplak konsep dan cerita dari serial ini, secara garis besar sih dasar ceritanya sama, tapi kita coba lihat apakah ke depannya Masalembo akan benar-benar menjiplak Lost atau berhasil menghadirkan Lost rasa Indonesia yang original.

Percampuran Pemeran

Pemeran dalam Masalembo, tidak 100% diisi oleh nama-nama yang sudah terkenal tapi juga tidak sepenuhnya diisi oleh nama-nama baru. Sebut saja Angel Karamoy (berperan sebagai Siska), Kezia Karamoy (berperan sebagai Vivi), Adi Kurdi (berperan sebagai Aki Leman) dan Edo Borne (berperan sebagai Lintang) yang pastinya sudah sering kita lihat bermain film maupun serial TV.

Tapi, ada nama-nama yang cukup baru seperti Taufiq Saini (berperan sebagai Allen), Girindra Kara (berperan sebagai Domi) dan Annisa Pagih (berperan sebagai Priscilla). Walau mereka bukan benar-benar pendatang baru di dunia hiburan, tapi tidak banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia umumnya.

Kesimpulan

Jujur, saya sendiri punya harapan yang sangat besar pada Masalembo pada awalnya. Ketika banyak tontonan sinetron Indonesia hanya mengambil tema percintaan atau konflik di masyarakat, Masalembo hadir dengan tema yang sangat baru yaitu adventure, drama, thriller dan sedikit edukasi.

Sayangnya, pada beberapa episode perdananya, harapan saya sepertinya terlalu tinggi. Lupa bahwa Masalembo tidak bisa disamakan dengan serial luar negeri. Di beberapa bagian, entah apanya yang salah, terlihat sekali bahwa tayangan ini sangat irit atau memang kekurangan budget untuk menghasilkan efek atau keadaan yang terlihat lebih nyata.

Ke depannya, saya harap Masalembo bisa jadi lebih baik lagi. Setidaknya, tim produksi harus terus berusaha menutupi kekurangan mereka dengan kelebihan yang dimilikinya.

Related Incoming Search Term: