Melali ke DTIK Festival 2016

Denpasar Teknologi Informasi & Komunikasi Festival atau lebih dikenal sebagai DTIK Festival kembali di gelar pada tahun 2016 ini. Mengambil tempat yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu di Taman Kota Lumintang, tahun ini saya mencoba mencari tahu perkembangan dunia teknologi di Bali pada umumnya dan Denpasar khususnya melalui festival ini.

img_0194

Dari apa yang saya perhatikan di booth milik Inkubasi Bisnis Tohpati, startup yang dipamerkan tidak lagi didominasi oleh developer game, walaupun sebagian besar masih startup yang bergerak di bidang visual dan software. Harapan saya sih tahun-tahun mendatang ada startup yang bergerak di bidang hardware yang mampu memamerkan produknya di DTIK Festival.

Dari beberapa startup yang saya temukan, saya memilih dua yang paling saya sukai.

FruitPunch Studio

Startup yang satu ini “bertanggungjawab” atas komik Webtoon berjudul Consilium. Sebuah webtoon dengan tema sci-fi dan criminal. Jujur saja, saya belum sempat membaca webtoon ini, tapi dari komentar beberapa orang di Fans Page resmi Consilium, komik ini cukup menarik untuk dibaca.

Style gambar sepertinya memang berkiblat ke style manga Jepang terutama dari gaya rambut dan mata. Tapi, yang membuat saya pribadi terkesan adalah penggambaran latar belakang dan efek-efek kecil yang sangat mendetail. Kegiatan lain dari FruitPunch Studio adalah menyediakan jasa pre-production animasi dan kelas illustrasi, baik tradisional ataupun digital.

Maen Studio

Saya sudah mengetahui startup yang satu ini dari komunitas Game Dev Bali saat mereka merilis salah satu game Androidnya yaitu Tap Tab. Logo dari startup ini adalah salah satu yang membuat saya tertarik dengan mereka. Sebuah alasan sederhana untuk menyukai sesuatu.

Sytle gambar/animasi dari Maen Studio terbilang cukup menarik, sederhana, halus dan terlihat modern. Startup ini fokus pada game developing dan juga animasi, terutama untuk keperluan promosi.

Selain booth startup dan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, DTIK Festival juga memiliki booth komunitas seperti Game Dev Bali, IeSPA Bali, komunitas drone hingga booth kampus-kampus teknologi di seputaran Denpasar.

img_0218

Tapi, yang paling saya sukai, apalagi kalau bukan stand-stand makanan. Bagi yang ingin menikmati makanan di DTIK Festival, saran saya jangan datang terlalu malam, takutnya sudah kehabisan. Tahun ini, di area makanan, terdapat makanan tradisional, makanan eksotis seperti lawar cumi-cumi hingga food truck. Selain itu, juga ada panggung musik untuk menemani makan.

Untuk yang ingin mendapatkan foto bagus, saran saya sih datang agak malam karena waktu-waktu ini lampu-lampu sudah dinyalakan dan terlihat lebih baik. Belum lagi ketika air mancur di Taman Kota Lumintang sudah dinyalakan, keren bukan main.

Sekian saja nulisnya, capek kalau panjang-panjang.

img_0222