Melali ke Taman Ujung

Di masa lalu, pulau Bali terbagi-bagi atas beberapa kerajaan, salah satunya adalah Kerajaan Karangasem. Masing-masing memiliki peninggalan yang masih bisa dinikmati hingga saat ini, salah satunya adalah Taman Ujung atau Taman Sukasada milik keluarga kerajaan Karangasem.

Pada 24 April 2015 lalu, saya bersama para anggota dari Koperasi Asta Sari Sedana jalan-jalan sekaligus merayakan ulangtahun koperasi yang keenam tahun kesana. Perjalanan dari Denpasar ke Karangasem ditempuh sekitar 2 jam melalui Jalan By Pass Ida Bagus Mantra.

Taman Ujung 1

Dari ingatan kelas 4 SD yang saya miliki, Taman Ujung tidak banyak berubah. Hanya saja penampilannya “dimakan usia”, tidak heran juga karena letaknya yang dekat pantai membuatnya lebih mudah termakan waktu.

Taman Ujung memiliki beberapa kolam, di kolam utamanya terdapat sebuah bangunan utama dengan gaya ala kolonial yang disebut sebagai Gili Bale, bangunan ini berada di tengah-tengah kolam dan terhubung dengan pinggiran melalui 2 buah jembatan.

Ada 4 kamar di Gili Bale, 2 kamar di sebelah timur difungsikan sebagai tempat meditasi atau bagi yang ingin melakukan persembahyangan. 2 kamar di sebelah barat terdapat foto-foto serta info seputar kerajaan Karangasem serta Taman Ujung itu sendiri.

Taman Ujung 2

Di masa jayanya, Taman Sukasada ini dikenal sebagai istana air-nya Bali. Digunakan sebagai tempat peristirahatan raja sekaligus tempat raja menjamu tamu-tamunya. Di taman ini juga terdapat sebuah bangunan bundar yang cukup tinggi, disebut sebagai Bale Kapal yang dahulunya berfungsi untuk mengawasi kapal yang melintas tapi kini lebih digunakan sebagai tempat melihat taman dari atas.