Mengenal Social Blogging

Social blogging adalah sebuah istilah yang mencoba memberikan deskripsi pada sebuah dunia abu-abu diantara sosial media dan blog konvensional. Social blogging membuka jalan terhadap cara-cara baru dalam berpromosi yang tidak bisa dilakukan oleh dunia marketing di masa sebelumnya. Jika kita ingin mencoba membuat sebuah blog, terutama untuk tujuan menghasilkan uang, coba pertimbangkan social blogging.

Bagaimana social blogging dimulai?

Semua ini karena “ulah” para generasi milenium, sebuah generasi yang sangat sulit ditembus oleh para marketer karena pola pasar mereka yang sangat berbeda. Setelah riset selama beberapa waktu, diketahui bahwa para generasi milenium menginginkan sesuatu yang dekat dan terlibat secara personal dengan sebuah brand. Dalam artian mereka ingin berinteraksi dengan orang-orang asli dibalik perusahaan, sebuah direct marketing namun dengan cara yang berbeda.

Apa perbedaan mendasar Blog dan Sosial Media?

Untuk mengetahui dunia seperti apa yang dimiliki oleh social blogging, pertama-tama kita harus mengetahui perbedaan mendasar antara blog dan sosial media. Blog menitik beratkan pada memberikan informasi yang bermanfaat sementara sosial media hanya mewakili apa yang dimilikinya.

Blog memang memberikan kesempatan pembacanya untuk berkomentar, namun yang terjadi hanya interaksi satu arah. Sementara sosial media melampaui dari sekedar percakapan digital menjadi sebuah ikatan. Generasi milenium menginginkan adanya hubungan sosial antara mereka dengan brand yang mereka beli, karena itulah terdapat sebuah ruang kosong diantara blog dan sosial media dan social blogging bisa mengisi ruang tersebut.

Singkatnya, blog menawarkan informasi namun kurang dalam interaksi. Sementara sosial media menawarkan interaksi mendalam, namun kesulitan dalam memberikan informasi secara tepat.

Bagaimana Social Blogging bekerja?

Social Blogging sebenarnya lebih menekankan pada bagaimana mengubah sebuah blog konvensional menjadi lebih “sosial”, dimana situs bisa diikuti dan terbuka seperti layaknya sebuah sosial media. Beberapa theme WordPress saat ini sudah memiliki fitur-fitur terbaik yang ada di blog maupun sosial media dan menggabungkannya menjadi satu. Bukan hanya sekedar tentang fitur, tapi social blogging juga menuntut seorang social blogger menghasilkan konten yang mengundang interaksi antar pembaca-penulis maupun pembaca-pembaca.

Social blogging mirip seperti menulis sebuah blog pribadi, tapi dengan tujuan yang berbeda. Blog pribadi hanya mengungkapkan ide dari penulisnya, sementara social blogging fokus pada bagaimana membangun interaksi, memperdalam hubungan dan tentu saja menghasilkan uang.

Tantangannya jelas, bagaimana membuat membaca blog terasa seperti membaca sebuah status di Facebook, dan membuat pembacanya ingin berkomentar dan berinteraksi.