No Man’s Sky, Bukan Untuk Saya

No Man’s Sky adalah sebuah game ambisius yang dikerjakan oleh tim developer “kecil” bernama Hello Games selama beberapa tahun terakhir. Janjinya? Menghadirkan sebuah game yang sangat “luas” mencangkupĀ 18,446,744,073,709,551,616 planet bahkan menurut update terbarunya, ukuran universe dari game ini akan diperluas hingga 10 kali lipat lagi. Padahal premis dari game ini terbilang sederhana, yaitu mencapai pusat semesta.

Orang bijak berkata, apa yang penting bukanlah hasil akhirnya, tapi perjalanannya. Saya setuju bahwa No Man’s Sky bukanlah game “balapan” menuju pusat semesta, tapi bagaimana perjalanan setiap pemain untuk mencapai tempat tersebut. Game ini berusaha menghadirkan pengalaman yang berbeda untuk setiap pemainnya.

Hampir setiap pemain akan memulai dari sebuah planet yang berbeda-beda tapi dengan tugas yang sama, yaitu memperbaiki pesawat dan kembali ke angkasa. Tugas ini harusnya bisa diselesaikan dengan waktu antara 30 menit – 1 jam, tergantung bagaimana cara pemain memanfaatkan semua sumber daya dan informasi yang didapatkan.

Selanjutnya, pemain punya beberapa pilihan yang menurut beberapa pemain yang sudah bermain agak lama mirip seperti klasifikasi. Pemain bisa mengembara bebas kesana kemari, atau mengikuti petunjuk yang diberikan Atlas atau mengikuti (mencari) beberapa tokoh penting yang akan membawa pemain pada perjalanan yang berbeda-beda.

no-mans-sky-animal

Saya pribadi memulai dari planet yang biasa saja, sebuah planet panas yang hewan-hewannya cukup jinak dan sumber daya yang cukup banyak. Bicara tentang hewan, walau katanya “auto-generated”, tapi saya pribadi belum melihat hewan-hewan yang aneh selama bermain. Hewan paling aneh yang saya temui adalah seekor buaya berbulu seukuran gajah (silahkan dibayangkan).

Setelah bermain selama kira-kira 2,5 jam, saya sudah bisa menggunakan Warp dan berpindah galaksi. Pada galaksi baru ini, saya menjelajahi beberapa planet, mencari kehidupan dan informasi tentang kemana saya harus menuju berikutnya. Mengumpulkan sumber daya yang penting, mencari blueprint teknologi untuk senjata, pakaian dan pesawat, menghancurkan beberapa Sentinel dan meledakkan beberapa hewan buas.

Tapi, pada akhirnya, saya mencapai titik jenuh. Gameplay dari No Man’s Sky terlalu repetitif bagi saya, walaupun menjelajahi planet baru berarti menemukan kombinasi vegetasi baru, hewan baru, teknologi baru bahkan hal-hal tidak terduga, tapi kegiatan yang dilakukan terlalu repetitif. Di sisi lain, diantara luasnya universe dari game ini, saya merasa kesepian karena tidak bisa bertemu atau sekedar berinteraksi dengan pemain lain, yang ada hanyalah NPC.

No Man’s Sky adalah game yang tepat untuk mereka yang suka menjelajah, menemukan hal-hal baru dan bisa tahan lama dengan tipikal gameplay yang cukup repetitif. Saya pribadi bukannya tidak menyukai No Man’s Sky atau tidak akan bermain lagi, tapi untuk saat ini, saya memilih untuk tidak sering memainkannya dulu jika belum ada hal baru yang ditambahkan pada game ini oleh developernya.