OnePlus X, Korbankan Sedikit Spesifikasi Demi Desain

Setelah kehadiran OnePlus 2 yang secara performa jauh unggul dari OnePlus One namun punya desain yang agak kurang menurut saya (Baca : OnePlus One vs OnePlus 2 versi Saya), akhirnya OnePlus menepati janjinya dengan merilis produk ketiga mereka. Produk ini hadir di tahun yang sama dengan OnePlus 2, jadi sudah jelas bahwa produk ini bukanlah penerus line ‘flagship killer’ mereka.

Namanya OnePlus X, kehadirannya mulai ‘tercium’ saat CEO OnePlus memposting foto lintasannya saat berlari yang membentuk huruf ‘X’.

Secara desain, saya sangat menyukai produk baru OnePlus ini, terdiri dari kaca dan metal serta ukuran layar 5 inch membuatnya terlihat kokoh dan lebih enak dipegang dibanding OnePlus One maupun OnePlus 2. Sayangnya, untuk mendapat desain yang begitu indah, X harus mengorbankan sedikit spesifikasinya. Tapi, hal itu sepertinya bukan masalah karena sejak awal lini X memang akan menjadi tempat bagi OnePlus untuk melakukan eksperimen.

Kita bahas dari luar dulu :

Layar

Ukuran layarnya adalah 5 inch, bukan 5,5 seperti halnya One maupun Two. Dan akhirnya… OnePlus memasang layar AMOLED pada produknya. FYI, AMOLED adalah tipe layar yang mampu memberikan warna yang tajam namun dengan konsumsi baterai yang lebih kecil.

Oh ya, karena OnePlus tetap mempertahankan resolusi 1080p pada X, maka secara gambar yang dihasilkan, OnePlus X akan menghasilkan gambar yang lebih tajam dibandingkan dengan OnePlus 2. Kenapa? OnePlus 2 memakai layar 5,5 inch dan resolusi 1080p, berarti kepadatan pixelnya sekitar 401 ppi, sementara OnePlus X memiliki layar ‘hanya’ 5 inch, jadi kepadatan pixelnya mencapai 441 ppi. Kurang paham? Ya sudahlah. 😀

Bentuk

Secara bentuk, bagaimana pun ketika melihat OnePlus X, saya harus mengakui kalau saya melihat iPhone 4s membayang-bayangi dibelakangnya. CEO OnePlus pun mengatakan bahwa OnePlus X adalah sebuah smartphone yang lebih berpusat pada desain dibanding pada performa.

Saya pribadi senang smartphone ini tidak mendukung fingerprint, karena pada OnePlus 2, tombol fingerprint dibagian tengah bawah sangat menganggu desainnya.

OnePlus X dibingkai dengan bingkai metal seperti halnya OnePlus 2, mereka juga masih mempertahankan tombol slider yang menjadi salah satu favorit saya dalam OnePlus 2. Sayangnya, ada dua fitur bagus yang juga menghilang dari smartphone ini yaitu USB Type-C dan NFC yang biasanya menjadi hal wajib untuk smartphone masa kini.

Untungnya, hal itu sedikit terobati dengan kehadiran slot micro-SD yang mampu menambah daya simpan smartphone ini hingga 128 GB. Ini merupakan hal baru untuk produk OnePlus.

Kamera

Bicara masalah kamera, bisa dibilang sangat mirip bahkan mungkin sama dengan OnePlus One. Mampu merekam video beresolusi 1080 HD, video time-lapse dan tentu saja slow-motion. Sayangnya, X tidak mampu merekam video 4K seperti halnya OnePlus One maupun OnePlus 2.

Sekarang kita beralih ke bagian dalamnya :

Dapur Pacu

OnePlus X sayangnya memakai Snapdragon 801, seperti OnePlus One. Padahal, OnePlus 2 sudah memakai prosessor yang jauh lebih kuat yaitu Snapdragon 810. Kenapa OnePlus, kenapa????!!!

(Hal ini sangat mungkin dilakukan untuk menekan harga dari OnePlus X itu sendiri.)

Untuk masalah sistem operasi, X akan memakai OxygenOS yang berbasis Android Lollipop 5.1.1. Untuk menjalankannya, RAM yang disediakan sudah lumayan yaitu 3GB dan penyimpanan internal hanya 16GB. Untung banget akhirnya OnePlus mau menambahkan slot micro-SD. Sulit dibayangkan kalau tidak.

Baterai

Nah, ‘berkat’ ukurannya yang lebih kecil dari dua generasi sebelumnya, maka OnePlus X harus mengorbankan satu hal lagi yaitu baterai. Kapasitas baterainya sekitar 2520 mAh saja, untungnya hal itu bisa sedikit ‘diobati’ dengan teknologi AMOLED pada layarnya.

Kesimpulan

Secara desain, OnePlus X membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Ya, walaupun beberapa fitur harus dikorbankan demi mendapat desain seindah itu, setidaknya itu adalah fitur yang belum begitu banyak dimanfaatkan oleh pengguna smartphone.

Performanya mungkin tidak akan setangguh One apalagi Two, tapi produk ini menebusnya dengan desain yang indah dan itu bagi saya pribadi sudah lebih dari cukup untuk sebuah smartphone desain-sentris.

Sumber Gambar : Gizmodo & Google Images

Related Incoming Search Term: