Sejarah Bandara Internasional Ngurah Rai, dari Militer hingga Pariwisata

Bagi kalian yang berkunjung ke Bali menggunakan pesawat terbang, pastilah melalui Bandara Internasional Ngurah Rai. Sebelum semegah hari ini, satu-satunya bandara di Bali ini menyimpan banyak cerita bahkan semenjak sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Bali Airport ini merupakan salah satu bandara tersibuk Indonesia setelah Soekarno-Hatta, Tanggerang dan Juanda, Surabaya.

Cikal bakal Bandara Internasional Ngurah Rai dimulai dengan dibangunnya Pelabuhan Udara Tuban pada tahun 19301 oleh Departement Voor Verkeer en Waterstaats, semacam Departemen Pekerjaan Umum milik Belanda. Landas pacunya berupa airstrip yang hanya sepanjang 700 meter. Uniknya, di sekitar landas pacu merupakan ladang, sementara di ujung utara landas pacu merupakan pekuburan Desa Adat Tuban.

Lokasi tersebut dipilih karena jaraknya yang cukup jauh dari pemukiman (pada masa itu) dan sedikitnya gangguan suara. Karena berada di daerah Desa Adat Tuban, maka masyarakat sekitar menamakannya Pelabuhan Udara Tuban.

Tahun 1942, saat Jepang datang ke Bali dan berusaha merebutnya dari tangan Belanda. Beberapa tentara Belanda yang bertahan di Bali mengalami sedikit miskomunikasi, sehingga Pelabuhan Udara Tuban yang harusnya dihancurkan dengan ledakan malah tidak terjadi sehingga Jepang dengan mudah merebutnya. Pelabuhan Udara Tuban ini digunakan oleh Jepang sebagai rute pasukan udara aliansi dari Australia yang ingin mempertahankan pulau Jawa, walau tidak ada pasukan besar yang pernah mendarat di tempat ini. Pada masa ini pula, panjang landas pacu ditambah menjad 1200 meter dan diperbaiki menggunakan sistem plat baja.

Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, Pelabuhan Udara Tuban memang sudah dipersiapkan untuk meningkatkan pariwisata di Bali. Proyek Airport Tuban tahun 1963 -1969 merupakan proyek pertama untuk tujuan ini, dimulai dari perpanjangan landas pacu menjadi 2700 meter dengan overrun mencapai 2 x 100 meter, dan reklamasi pantasi sejauh 1500 meter.

1 Agustus 1969, Pelabuhan Udara Tuban berganti nama menjadi Pelabuhan Udara Internasional Ngurah Rai yang diresmikan oleh Presiden Soekarno. Sejak tahun 1975 – sekarang Bandara Internasional Ngurah Rai terus mengalami perluasan dan pengembangan dengan berbagai fasilitas pendukung penerbangan.