Selidik Selidik LaporPresiden.Org

Menurut beberapa berita dan posting yang saya baca, situs LaporPresiden.Org sudah mulai aktif pada awal Mei 2015 lalu. Ini terbukti dengan data masing-masing 5 laporan yang paling banyak di upvote selama bulan Mei 2015 dan Juni 2015.

Saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan, politik dan birokrasi. Tapi, karena situs ini memberikan nuansa baru bagi hubungan presiden dengan rakyat, maka saya akan menyelidiki dan membahasnya.

Pertama, kita bahas tentang situsnya secara umum. Alamat lengkapnya adalah https://laporpresiden.org, huruf ‘s’ dibelakang http menandakan bahwa situs tersebut sudah diamankan menggunakan SSL dengan enkripsi 256 bit. Jadi, keamanan datanya bisa dikatakan cukup.

logo laporpresidenorg

Saya mencoba mengakses melalui laporpresiden.com dan ternyata dialihkan menuju laporpresiden.org, menunjukan bahwa tim dibelakangnya tanggap bahwa orang Indonesia masih banyak yang hanya tau domain dot com saja. Laporpresiden.org didaftarkan sekitar bulan Maret dan Laporpresiden.com pada bulan April. Jadi, pengembangan situs ini berlangsung selama 2 bulanan.

Laporpresiden.org dibuat dengan platform Question2Answer, sebuah platform gratis dan opensource untuk situs tanya-jawab (Q&A Sites). Saya kurang tau alasannya, antara untuk menghemat anggaran (dari pada buat CMS baru) atau mempermudah developer dan pengguna atau mungkin alasan lain.

Urusan webhosting situs ini diserahkan pada PT. Infinys System Indonesia, atau lebih dikenal sebagai CloudKilat. Beberapa situs seperti DailySocial, Tees.co.id dan Pricebook.co.id juga menjadi klien mereka. Saya harap Laporpresiden.org memilih layanan yang tepat sehingga tidak ‘jebol’ ketika diakses masyarakat banyak.

lapor-logo

Kedua, perbedaan dengan Lapor.go.id. Nih, buat kalian yang belum tau, Indonesia sebenarnya sudah punya layanan serupa yang bernama LAPOR (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) yang sudah tersedia sejak 2011. Layanan tersebut adalah layanan terpadu yang diinisiasikan oleh UKP-PPP dan saat ini dikembangkan oleh Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.Selain situs, LAPOR juga memiliki aplikasi untuk Android, iOS dan Blackberry. Atau, cukup SMS laporan ke 1708.

LAPOR sendiri bersifat ‘lebih resmi’ karena harus menyertakan bukti dan data terkait dengan laporan yang diberikan untuk lolos verifikasi, waktu dari pemasukan data hingga tindak lanjut memakan waktu maksimal selama 18 hari (seharusnya). Layanan ini juga merahasiakan data-data pelapor untuk isu-isu sensitif dan rahasia.

sistem-kerja-lapor

Sebaliknya, LaporPresiden bersifat lebih terbuka dan kasual. Lihat saja bagaimana penggunanya memasang judul seenaknya dari sebuah laporan yang akan ditujukan kepada PRESIDEN. Platform ini sebenarnya diharapkan membuat masyarakat bisa memberikan tanggapan atau masukan dari laporan yang diberikan anggota masyarakat lain, tapi saya juga melihat potensi kalau situs ini akan menjadi lahan debat kusir bagi orang-orang yang merasa pro atau kontra pada sebuah isu/laporan.

Ketiga, siapa saja tim LaporPresiden. Nama-nama dibalik situs LaporPresiden mungkin tidak begitu diketahui oleh banyak orang, tapi mereka adalah orang-orang hebat (menurut apa yang saya baca di internet). Berikut ini list anggota tim Lapor Presiden :

  1. Ainun Najib
  2. Khairul Anshar
  3. Irvan Putra
  4. Harimurti Prasetio
  5. Andri Ma’ruf A
  6. Reza Akil
  7. Faikar Izzani
  8. Ishak Ahmad
  9. Michel Alexandre Salim
  10. Pahlevi Fikri Auliya
  11. Shafiq Pontoh
  12. Fauzan Emmerling
  13. Erik Lukiman

Ainun Najib adalah penggagas situs kawalpemilu.org pada Pemilu 2014 dan kawalapbd.org saat kisruh APBD DKI 2015. Selain itu, ada Irvan Putra, Michel Alexandre Salim, Fauzan Emmerling dan Erik Lukiman yang semuanya saat ini juga menjadi bagian dari Traveloka.com

Ada juga nama Harimurti Prasetio yang merupakan CTO dari NoLimit, aplikasi pemrosesan media sosial dan big data buatan anak bangsa. Klien mereka tidak tanggung-tanggung dari perusahaan besar hingga presiden SBY saat masih menjabat.

Nama Shafiq Pontoh dikenal melalui buku “Catatan Ayah ASI” dan merupakan salah satu copywriter yang menjadi bagian dari tim ini.

Kalau mau tau lebih banyak, googling saja nama-nama diatas supaya mendapat informasi yang lebih lengkap tentang siapa sebenarnya mereka.

Kesimpulan

laporpresiden juni 2015

Saya sendiri mengapresiasi kehadiran LaporPresiden sebagai sebuah cara baru dan mudah untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat kepada pemimpinnya. Harapan saya sih pertama agar laporannya sampai saja dahulu ke tangan Presiden, nah setelah itu semoga bapak Presiden mau dan bisa menindaklanjutinya. Untuk saat ini, saya akan optimis dulu bahwa situs ini tidak hanya buang-buang anggaran dan akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dan untuk buat masyarakat Indonesia, sekarang kita sudah diberikan tempat untuk memberikan aspirasi dan berpendapat, jadi tidak harus selalu demo teriak-teriak dan panas-panasan.  Dalam UUD 1945 Pasal 28 dan UU No. 9 Tahun 1998 memang dikatakan tentang kebebasan berpendapat, tapi ingat akan tangung jawab serta hukum yang berlaku. Jangan ubah situs LaporPresiden jadi ring untuk debat kusir dan caci maki. Oke?