SEO Untuk Voice Search

Ketika bicara tentang SEO, kebanyakan orang hanya berfokus bagaimana meraih posisi #1 di Google dan mempertahankannya. Mulai dari menggunakan tutorial optimasi dari beberapa website hingga menggunakan jasa seo agency terbaik Indonesia. Tapi, dengan adanya Google RankBrain, mempertahankan posisi #1 bukan lagi sesuatu yang mudah dilakukan karena hasil pencarian bisa berubah dalam sekejap.

Belakangan, muncul juga rumor bahwa Google akan segera menerapkan mobile-first ranking system dimana blog/web yang memiliki tampilan mobile-friendly akan diutamakan. Hal ini tidaklah aneh, mengingat bahwa lebih dari setengah pencarian di Google saat ini berasal dari perangkat mobile.

Tapi, ada satu bagian lagi dari pencarian Google yang kurang diperhatikan banyak orang, yaitu voice search. Dalam sebuah data yang diungkapkan oleh Google di event Google I/O 2016, sekitar 20% pencarian di Google berasal dari voice search atau 1 dari setiap 5 pencarian. Angka ini mungkin sebagian besar berasal dari luar Indonesia, tapi bukan berarti tren ini tidak akan berlaku di seluruh dunia di masa mendatang.

Alasan Kenapa Voice Search jadi Populer

Sebelum membahas mengenai SEO untuk voice search, ada baiknya mengetahui alasan kenapa voice search menjadi populer belakangan ini.

Jika melihat dari tren yang berkembang, sebenarnya ada dua penyebab voice search menjadi semakin populer. Pertama adalah semakin populernya 'smart speaker' seperti Google Home dan Amazon Echo, perangkat kecil ini bukan hanya mempermudah kegiatan tapi juga menyenangkan untuk digunakan.

Alasan kedua adalah Google sendiri yang merilis Google Assistant untuk seluruh perangkat Android, membuat aplikasi 'pintar' ini terinstall di lebih banyak perangkat. Ditambah, teknologi voice recognition (pengenalan suara) yang semakin canggih sehingga memudahkan orang untuk mencari sesuatu hanya dengan perintah suara.

Mengenal Featured Snippets

Pada kata kunci (keyword) berupa pertanyaan atau beberapa kata kunci khusus, Google kini punya featured snippets, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mendapat jawaban dari apa yang dicari tanpa perlu mengklik website lain selain Google.

Fitur ini pula yang dimanfaatkan oleh Google untuk memberikan jawaban langsung pada beberapa hasil pencarian yang datang melalui voice search.

Banyak pakar SEO mengatakan bahwa fitur ini sangat berpotensi menurunkan jumlah klik pada website-website lain dibawah featured snippets, tapi sisi lain, fitur ini juga memegang peran penting dalam SEO untuk voice search. Ketika sebuah website berhasil mendapat featured snippets pada sebuah kata kunci, angka kunjungannya meningkat antara 10% – 114% (tergantung pada kata kunci). Ditambah fakta bahwa untuk mendapat featured snippets, sebuah website tidak perlu ada di posisi pertama, cukup ada di page pertama saja.

Lalu, bagaimana memaksimalkan SEO untuk voice search?

Menurut analisis dari HubSpot mengenai featured snippets, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk melakukan optimasi mesin pencari untuk pencarian suara

  • Backlink tidak lagi begitu penting untuk mendapat featured snippets jika website/blog sudah berada di page pertama (bukan ranking pertama)
  • Kata kunci utama (pertanyaan) haruslah muncul di dalam page dalam bentuk sebuah header, entah itu h2, h3, h4 atau yang lain.
  • Konten (jawaban) harus ada dalam tag <p></p> tepat dibawah header berisi kata kunci, dengan jumlah kata antara 54 – 58 kata.
  • Google tidak selalu memasukan keseluruhan paragraf ke featured snippets, jika konten dibentuk dalam list dengan subheading (h2) sebagai judul, maka featured snippets hanya akan memunculkan list subheading saja.
  • Untuk kata kunci yang bukan berupa pertanyaan, Google kemungkinan hanya akan memunculkan paragraf saja. Jadi, struktur konten sangatlah penting.
  • Google memfavoritkan konten yang memberikan jawaban langsung pada sebuah pertanyaan tanpa banyak bertele-tele.

Untuk memaksimalkan SEO untuk voice search, apa yang paling penting adalah menyesuaikan bentuk dan struktur konten sehingga berisi kata-kata kunci dan kalimat yang biasa digunakan orang-orang dalam mencari sesuatu. Hasil akhirnya, kata kunci yang dimaksimalkan bukan hanya satu atau dua kata, tapi bisa berupa sebuah kalimat.

SEO untuk voice search untuk saat ini memang belum bisa ditebak dan dipetakan secara matang. Tapi, mengingat tren yang menunjukan bahwa pencarian suara akan semakin populer, maka tidak ada salahnya untuk memulai dan bereksperimen.