Terlambat Kuliah

Pagi itu, Bayu seperti biasanya masih bermalas-malasan di kamar kosnya. Baginya, tidur 5 menit di pagi hari adalah sesuatu yang sangat nikmat walaupun hal itu akan membuat dia terlambat kuliah. Sialnya, hari itu adalah mata kuliah dari salah satu dosen paling killer.

“Ding…” sebuah notifikasi pesan masuk di hp Bayu. Dia berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih melayang-layang.

“Siapa sih pagi-pagi gini SMS…” gerutu Bayu.

“Yu, lo dimana? Hari ini kuliahnya Pak Botak. Anak-anak bilang dia udah di kampus.” isi pesan tersebut.

Bayu langsung berangkat dengan persiapan super kilat. Tanpa memperhatikan apa-apa saja yang dibawanya, dia langsung berangkat mengendarai skuter matic-nya. Berharap dia bisa masuk kelas sebelum Pak Botak mulai mengajar. Pak Botak punya kebijakan,

“Jika kalian datang sesudah saya memasuki pintu kelas. Itu artinya kalian terlambat. Bagi yang terlambat dilarang mengikuti mata kuliah saya di hari tersebut.”

Sampai di kampus, dari kejauhan dia bisa melihat dosennya sedang berjalan menuju kelas. Untungnya, Bayu menghafal rute yang akan dilalui dosen dan dia mengetahui jalan pintas agar bisa sampai lebih dahulu di kelas sebelum sang dosen.

Bayu berlari melewati kantin, berharap jalan pintasnya berhasil. Tapi, tidak. Ternyata Pak Botak mengubah rute yang dilaluinya dan mengambil rute yang sama dengan Bayu. Di kantin yang masih sepi di pagi hari itulah, Bayu dan Pak Botak saling menatap, bukan tatapan antara mahasiswa dan dosen. Tapi, tatapan dua atlet pelari yang akan berlomba menuju garis akhir.

Benar saja, ketika melihat Bayu, Pak Botak langsung balik badan dan berjalan cepat menuju kelas yang jaraknya sekitar 60 meter. Bayu pun berupaya mengambil rute alternatif.

— dialam pikiran Bayu dalam sepersekian detik —

Jarak antara Bayu dan pintu kantin yang dilalui sang dosen sekitar 15 meter, jadi jika Bayu berlari menuju ke pintu yang sama, maaka lebih besar kemungkinan dia akan kalah sampai di kelas. Cara kedua adalah dengan berlari sekencang mungkin menuju pintu tersebut, lalu pura-pura memanggil sang dosen. Ketika dia berhenti, maka Bayu punya peluang untuk lari. Tapi, bagaimana jika tidak berhasil?

Cara ketiga adalah melalui pintu kantin yang lainnya, tapi jika melalui pintu tersebut, Bayu harus berlari memutar dan tentunya akan memakan lebih banyak waktu. Kecuali, dia mau melewati kebun kampus.

Bayu memilih cara ketiga, yaitu melalui kebun kampus. Jarak yang akan ditempuhnya sekitar 70 meter. Jika kecepatan maksimal berlari manusia sekitar 9-10 detik untuk jarak 100 meter. Maka Bayu kemungkinan akan berhasil.

Yang tidak diprediksi Bayu, selama beberapa detik dia berpikir, Pak Botak sudah menempuh jarak yang cukup jauh dengan jalan cepatnya. Perlombaan pun dimulai, Bayu, mahasiswa yang hampir terlambat VS Pak Botak, dosen killer yang tidak suka mahasiswa yang terlambat.

Sial bagi Bayu, karena buru-buru, dia lupa mengikat tali sepatunya dan membuatnya jatuh di kebun kampus dan ditertawakan oleh banyak mahasiswa lain. Tapi, dia berhasil bangkit lagi dan melihat bahwa Pak Botak sudah semakin dekat dengan kelas.

“Tidak ada waktu lagi….” pikir Bayu.

Dia kembali berlari, tak disangka. Pak Botak berdiri di depan pintu kelas, seakan ingin menunjukan bahwa dia telah menang dan Bayu akan terlambat hari itu. Tapi, Bayu tidak menyerah, dia terus berlari ke arah pintu sementara di depan pintu, Pak Botak bagai seorang kiper yang tidak akan membiarkan mahasiswa terlambat macam Bayu masuk ke kelasnya.

Beruntungnya bagi Bayu, karena tidak mengikat tali sepatunya setelah terjatuh di kebun tadi, dia terjatuh lagi di lantai yang licin lalu meluncur mulus melalui selangkangan Pak Botak dan masuk ke kelas sebelum Pak Botak masuk ke dalam kelas.

Aksi lucu Bayu ini disambut tepuk tangan seisi kelas hari itu, untuk pertama kalinya, ada seorang mahasiswa yang berhasil mengalahkan Pak Botak dalam permainannya sendiri. Hidup Mahasiswa!  :tepuktangan:

Related Incoming Search Term: