Transformasi Wisata di Seminyak Bali

Pulau Bali bagian selatan dikenal menyimpan banyak objek wisata yang sudah dikenal luas secara nasional bahkan internasional. Ada nama-nama tempat wisata seperti Pantai Kuta, Pura Uluwatu, Nusa Dua, hingga Pantai Jimbaran sudah tidak asing lagi di telinga para wisatawan. Di sisi lain, Bali selatan juga menyimpan kisah tentang transformasi wisata sebuah desa adat sekaliguus kelurahan bernama Seminyak.

Seminyak Bali dahulunya, mungkin sekitar 10 tahun lalu dianggap sebagai daerah yang terpisah dari hiruk-pikuk pariwisata Kuta. Dalam artian, Seminyak bukanlah termasuk daerah penyangga wisata untuk Kuta seperti halnya Legian yang sudah sejak lama dianggap sebagai daerah peyangga untuk Kuta. Dalam 10 tahun, Seminyak berubah dari daerah yang sebagian besar hanya untuk permukiman menjadi salah satu daerah yang memiliki jajaran villa, restoran dan spa mewah di Bali selatan.

Saat ini, sangat sulit untuk membedakan sejauh mana batas-batas setiap daerah di sekitaran Seminyak. Sebagai warga asli Bali, saya juga terkadang kaget ketika melihat papan nama bertuliskan “Seminyak” padahal daerah tersebut berada di Legian, Kerobokan bahkan Canggu.

Keunikan di Seminyak

Seminyak tergolong daerah yang “kecil” namun memiliki banyak sekali jajaran toko, spa, villa hingga restoran yang bisa dibilang mewah. Salah satu keunikan yang bisa ditemui di Seminyak adalah tentang nama jalan. Yap, sederhana namun bisa sangat membingungkan.

Salah satu diantaranya adalah Jalan Laksmana. Nama resmi yang diberikan oleh pemerintah untuk jalan ini adalah Jalan Laksmana, namun banyak orang lebih mengenalnya dengan nama Jalan Kayu Aya. Nama lain dari jalan ini adalah Jalan Oberoi, merujuk pada nama sebuah hotel bintang 5 di ujung jalan tersebut. Jalan ini dikenal sebagai salah satu jalan terpadat di Seminyak, dalam hal jumlah restoran dan bar serta wisatawan, baik lokal ataupun asing.

Tempat-Tempat Menarik di Seminyak & Sekitarnya

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, bahwa saat ini batas-batas yang membatasi Seminyak dengan daerah lainnya sangat sulit dibebakan. Tapi, berikut ini adalah daftar tempat-tempat yang harus dikunjungi ketika berada di Seminyak

Jalan Laksmana/Jalan Oberoi/Jalan Kayu Aya

jalan-oberoi-seminyak

Jalan yang memiliki beberapa alternatif ini dipenuhi oleh restoran, bar, spa hingga toko aksesoris dan pakaian. Sangat tepat untuk dikunjungi ketika malam hari dengan sepeda motor atau jalan kaki. Saya sangat tidak menyarankan untuk menikmati jalan ini dengan naik mobil karena satu alasan, MACET.

Pilihannya bisa turun di pertigaan antara Jalan Raya Kerobokan, Jalan Raya Taman dan Jalan Laksmana lalu melanjutkan dengan berjalan kaki atau memilih menyusuri dengan naik motor. Harap dicatat kalau harga di jalan ini kurang cocok untuk para backpacker karena harga yang cenderung menengah keatas.

Pantai Petitenget

Pantai Petitenget mungkin belum seterkenal Pantai Kuta dalam urusan menikmati matahari terbenam, tapi kawasan ini menyimpan keunikan lainnya. Di kawasan ini terdapat Pura Petitenget yang jika melihat dari sejarah berdirinya sudah ada sejak abad ke-16 dan merupakan salah satu Pura yang berada di pantai barat pulau Bali seperti halnya Pura Tanah Lot dan Pura Uluwatu.

Di kawasan Petitenget juga ada La Lucciola, sebuah restoran tepi pantai yang sudah beroperasi lebih dari satu dekade. Bagunan kayu dua lantai yang sangat terbuka membuat siapapun yang menikmati makan disana bisa menikmati laut yang biru sepuasnya. Bahkan, jika cuaca sedang cerah dan bagus, bisa melihat ujung tebing dimana Pura Uluwatu berada. Jika ingin nuansa yang lebih glamor, ada Potato Head Beach Club yang jaraknya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari kawasan ini.