VG Lore : Koshka

Koshka Lore, Chapter 1 : Koshka Find A Scout Trap

koshka lore 1

“Ini punyaku! Aku menemukannya. Aku tidak tahu apa ini, tapi siapa yang menemukan dia yang memiliki. Begitulah yang terjadi di sekitar sini.” Koshka menemukan sebuah scout trap (bom) tapi, dia tidak tahu apa benda itu dan bertanya pada orang-orang di sekitarnya.

“Hey, kau yang di dalam bunga (maksudnya Petal). Peliharaan milikmu sangat manis! Apakah mereka suka permen? Permen ini sebenarnya untuk Minions tapi mungkin mereka menyukainya. Hey! Apa kau apa benda apa ini? Aku menemukannya di…”

Petal pun kabur mengetahui yang dibawa oleh Koshka adalah scout trap.

“Hey, kembali! Apakah kita sedang bermain kejar-kejaran?” Koshka berlari mengejar Petal.

“Ha, ku tangkap kau. Aku lebih cepat dari siapapun, siapapun. Selagi aku menangkapmu, menurutmu benda apa ini?”

Petal pun menyerang Koshka.

“Ow! Oof! Hey! Panas tau! Berhenti! Baiklah, aku akan bertanya pada orang lain saja.” Koshka pun pergi meninggalkan Petal sambil membawa scout trap yang dia temukan. Setelah beberapa saat, dia bertemu orang lain yaitu Krul.

“Hello, aku suka pedangmu yang bersinar. Aku memiliki cakar, kau lihat? Kau terlihat seperti seorang pemarah. Ayo kita mulai belajar menjadi orang yang lebih positif. Aku menggantikan kemarahanku dengan pengertian dan kasih sayang.” Koshka berharap Krul bisa menjadi orang yang lebih baik setelah mendengar kata-katanya.

“Oh! Aku punya pertanyaan. Apa sih benda yang baru ku temukan ini? Benda ini bundar dan berat dan… ooh, dia punya tombol! Apakah aku harus…” sama seperti Petal, Krul lari saat Koshka akan menekan tombol scout trap yang dibawanya.

“Hey, kau mau pergi kemana? Jangan pergi, tidak…, jangan pergi juga.”

Koshka masih belum yakin dengan benda yang dibawanya, jadi dia mencari orang lain lagi yang mungkin tau benda apa itu, dia pun akhirnya bertemu Adagio.

“Hey! Aku suka sayapmu. Apakah seseorang membuatkannya untukmu? Aku ingin mencobanya juga.”

“Kenapa mereka tidak mau lepas?” Koshka menarik-menarik sayap Adagio, mencoba untuk melepasnya.

Adagio pun marah dan melemparkan api miliknya untuk membakar Koshka.

“Hey, hey. Hentikan! Ada apa dengan orang-orang dan kenapa semua orang suka membakar hari ini? Aku cuma ingin tahu apa yang bisa dilakukan oleh mainan baruku.” kata Koshka sambil menunjukan scout trapnya.

“Tunggu… whoa, sayap itu membuatmu melayang. Apakah kau lari.. maksudku melayang pergi juga?” tanya Koshka pada Adagio yang melayang menjauhinya.

“Baiklah, aku akan menekan tombol in…”

“KABLAMMO” scout trap meledak.

“…oh. Itulah yang bisa dilakukan benda itu.” ucap Koshka setelah terkena ledakan.

Koshka Lore, Chapter 2 : Raising Koshka

raising-koshka
Makhluk-makhluk menyedihkan, para manusia. Ambisi dan kelicikan mereka miliki, tapi insting bertahan hidup hanya sedikit. Terakhir kali mereka membuat perkemahan diwilayah Grangor, meledakkan lubang diperbukitan untuk mencari kristal, keluargaku melenyapkan mereka semua kecuali anak-anak. Kami menjaga yang muda untuk memahami jenis mereka, membesarkan mereka seperti anak kami sendiri. Aku memilih untuk membesarkan satu dari yang perempuan, dan aku memberi nama dia Koshka.

Sebelumnya, dia tidak akan pernah bertahan di alam liar – bahkan dengan perlindunganku. Dia tidak berkamuflase disemak-semak. Kuku dan giginya tidak berguna. Dunia kami yang berbahaya tidak cocok dengannya, tapi aku melatihnya.

Dia belajar dengan cepat, sebagai makhluk yang secara alami tidak mampu. Disemak-semak dia mengendap-endap, diam dan tak terlihat. Dia memanjat pohon tinggi dan menerkam kebawah tanpa takut. Saat cakar besi buatan kami selesai, dia adalah pemburu yang berguna. Dia berpikir jauh dari mangsanya, menyudutkan binatang dipepohonan. Dia bisa menangkap laba-laba dalam sekali terkaman sejauh delapan meter.

Keingintahuannya menyebabkan dia meninggalkanku. Mungkin dia mencari jenisnya sendiri. Aku jarang menemuinya sekarang, meskipun kabarnya dia berkelana kepegunungan. Mereka membuatku tertawa: kucing hutan gila bertarung satu pihak dan pihak lain secara acak. Sebenarnya, dia tidak memiliki musuh: Didunianya, semuanya adalah permainan. Waspadalah, orang asing: Dia kejam dengan mainannya.