VG Lore : Taka

Taka Lore, Chapter 1 : Blade in Shadow Vol. 1 : Forgotten

taka lore 1

Suara dari kegelapan, dengan topeng semerah darah di belakang seorang pembunuh dengan tangan berlumuran darah.

“Kau adalah Taka dari Keluarga Kamuha. Aku telah membebani pikiranmu dengan ingatan dan penyesalan. Ini adalah sebuah hadiah untukmu. Sebuah kehormatan besar menjadi bagian Keluarga Kamuda. Kau adalah Taka dari Keluarga Kamuha.”

“Katakan!” suara itu berteriak keras.

Di kegelapan malam, sosok misterius mendatangi sebuah rumah, meloncat diantara atap bangunan.

“Hellooooo?” seru suara itu dari atas bangunan.

Dia berlari diantara lorong-lorong rumah dengan gesit.

“Tidak ada yang ingin keluar dan bermain? Aku hanya ingin menjadi temanmu.”

Membunuh tanpa penyesalan. Termasuk memiliki efek samping seperti melupakan ibumu, lupa cara minum kopi, dan sakit kepala yang luar biasa. Terlebih lagi, de javu yang menggila. Itulah yang dirasakan oleh Taka.

“Benarkah? Lawan menakutkan terakhir adalah orang tua ini? Tidak perlu pedang untuk memotong keju.” ledeknya melihat seorang kakek tua sedang duduk sendiri di dalam ruangan.

“Ah, mereka mengirimmu. Betapa kejamnya.” kata sosok kakek tua tersebut dengan pelan dengan nada prihatin.

“Aku sebenarnya ingin tahu maksud kata-katamu. Tapi, aku sedang mengalami migraine berat. Ayo mulai.”

Dengan X-Retsu miliknya, dia menebas dan menciptakan noda “X” di lantai yang berasal dari darah sang kakek tua.

“Tempat ini… terasa sangat tidak asing.” pikir Taka. Kemudian, sebuah ingatan tentang masa lalunya di tempat tersebut muncul. Momen dimana dia masih muda, hari ketika dimana dia mendapatkan pedang miliknya.

“Taka! Mulai hari ini kamu adalah pedang. Dan pedang adalah dirimu.”

“Baik, Shishou!” jawab Taka muda sambil menerima pedangnya dari sang shishou.

Kembali ke masa sekarang, sosok dari balik kegelapan bertopeng merah muncul dari kegelapan langit-langit ruangan tersebut.

“Kerja bagus, Taka.”

“Kau adalah Taka dari Keluarga Kamuha.” Ucap sosok itu.

“Aku adalah Taka dari…” Taka terdiam.

“Shishou?” dia melihat sosok yang sangat tidak asing baginya sedang berlumuran darah di lantai dengan luka dari pedangnya.

“Katakan!” sosok tersebut berteriak.

“Tidak!”  teriak Taka sambil membelah fusuma yang ada di sampingnya lalu melarikan diri.

“Sangat mengecewakan.” ucap sosok hitam itu.

Dalam pelariannya, Taka melalui hutan bambu tanpa tujuan. “Aku akan memerlukan banyak terapi.”


Original comic (click here) by Super Evil Mega Corp & Original translated by Ari Kurniawan

 

Related Incoming Search Term: